JABAR EKSPRES – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) De La Tina yang berlokasi di Kecamatan Purwadadi resmi launching dan mulai beroperasi penuh untuk menyalurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Keberadaan dapur ini menjadi penopang terpenuhinya asupan nutrisi bagi anak-anak usia sekolah di wilayah tersebut.
Pada fase pertama operasionalnya, SPPG De La Tina memulai pendistribusian sebanyak 797 paket makanan bergizi. Paket-paket makanan tersebut disalurkan kepada peserta didik yang tersebar di dua desa percontohan, yakni Desa Kutawaringin dan Desa Bantardawa.
Kepala SPPG De La Tina, Muhammad Ilham Syah Rizal, mengungkapkan bahwa peluncuran operasional ini merupakan puncak dari serangkaian persiapan panjang.
Baca Juga:Baru 33 Persen SPPG Mendaftar SLHS, BGN Ancam Cabut Izin Operasi!Dewan Desak Stop SPPG MBG Tanpa SLHS Beroperasi di Kota Bandung
Pihaknya telah menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan teknis sebelum akhirnya dapat mendistribusikan makanan. Persiapan tersebut meliputi proses perizinan, penyiapan infrastruktur dapur produksi, penyediaan armada distribusi, hingga proses rekrutmen dan pembekalan tenaga.
“Pada tahap awal ini, kami baru bisa mendistribusikan 797 paket MBG dan menjangkau dua desa. Namun, pada awal tahun 2026 nanti, distribusi MBG ditargetkan sudah bisa lebih merata ke seluruh wilayah layanan,” ujar Ilham, Selasa (16/12/2025).
Ia memaparkan bahwa secara keseluruhan, jumlah calon penerima manfaat Program MBG di wilayah layanan SPPG De La Tina mencapai 2.611 orang.
Sasaran penerima tersebut tersebar di empat desa, yaitu Kutawaringin, Bantardawa, Sukamaju dan Padaringan. Proses penambahan desa sasaran akan dilakukan secara bertahap dan berhati-hati.
“Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek kesiapan teknis operasional dapur, kapasitas logistik, serta petunjuk pelaksanaan teknis dari pihak berwenang untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa aspek higienitas dan keamanan pangan merupakan prioritas dalam setiap proses di dapur SPPG De La Tina.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penerimaan dan seleksi bahan baku, proses pengolahan di dapur, teknik pemasakan, tahap pemorsian ke dalam wadah saji, hingga proses pengantaran ke titik serah, dilaksanakan di bawah pengawasan dan protokol ketat yang telah ditetapkan.
Baca Juga:Upah Karyawan MBG Mutiara Baregbeg Ciamis Tak DibayarTerkendala Administrasi dan Ketidakjelasan SPPI, Dapur MBG Mutiara di Baregbeg Ciamis Mandek
“Kami melakukan pengawasan sejak tahap pengolahan sampai pemorsian. Sampel makanan juga diambil secara rutin sebagai bagian dari sistem pengendalian mutu internal. Tim kami melibatkan ahli gizi serta petugas khusus untuk memastikan makanan yang dibagikan aman, sehat, dan berkualitas,” jelasnya.
