Upah Karyawan MBG Mutiara Baregbeg Ciamis Tak Dibayar

Dapur MBG Mutiara yang berlokasi di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini berhenti beroperasi
Dapur MBG Mutiara yang berlokasi di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini berhenti beroperasi. Sejumlah karyawan mengeluh gaji mereka belum dibayar.(Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah karyawan dapur MBG Mutiara di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis mengeluh gaji mereka belum dibayar selama satu minggu penuh.

Keluhan tersebut disuarakan secara lugas oleh salah satu karyawan dapur, Ade Iwan. Ia mengaku sudah kehabikan cara untuk memperjuangkan hak yang seharusnya ia dan rekan-rekannya terima. Ade menegaskan bahwa permasalahan ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kami sudah satu minggu menganggur, tidak ada pekerjaan dan tidak ada penghasilan. Ini urusan perut. Saya punya anak yang harus makan,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga:Petir Hantam Rumah di Cikalongwetan, Seorang Mahasiswa TerlukaKapal Pertamina Terus Bergerak: Antarkan Energi dan Harapan ke Sumatra

Lebih lanjut, Ade menyatakan kebingungan dirinya dan rekan-rekan karyawan. Mereka, kata dia, tidak tahu lagi harus mengadu kepada siapa, lantaran tidak ada kejelasan maupun respons memadai dari pihak yang selama ini dianggap bertanggung jawab.

Dalam penjelasannya, Ade menyebut nama Panji Purnama, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Dapur atau SPPI. Ia secara terbuka meminta Panji untuk menunjukkan nurani dan sikap kemanusiaannya dalam menyelesaikan persoalan yang menjerat para pekerja ini.

“Mohon perhatian, dan jangan main-main. Kami ini relawan, kami manusia, kami punya keluarga,” tegas Ade.

Ade juga mengingatkan semua pihak bahwa program MBG Mutiara Baregbeg bukanlah program pribadi milik individu tertentu. Program tersebut, jelasnya, merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang seharusnya dikawal dan diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab serta transparansi.

“Ini program pemerintah, program presiden. Seharusnya didukung, disukseskan, bukan malah membuat relawan kebingungan,” katanya.

Di sisi lain, para karyawan menyatakan komitmen mereka untuk tetap mendukung pemerintah dan siap berada di barisan paling depan demi keberhasilan program tersebut. Namun, mereka juga memberikan peringatan keras.

Apabila terdapat pihak-pihak tertentu yang menghalangi atau sengaja memperlambat pencairan hak-hak normatif mereka, para relawan ini tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah-langkah tegas sebagai bentuk perlawanan. Ade Iwan, berharap gaji yang ditunggak segera dibayarkan.

“Kami hanya ingin hak kami dibayar. Itu saja,” kata dia.

Baca Juga:Fitri Salhuteru Penuhi Panggilan Polda Jabar Terkait kasus Pencemaran Nama Baik Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak pengelola MBG Mutiara Baregbeg maupun dari Panji Purnama selaku pihak yang disebut bertanggung jawab.

0 Komentar