Oleh: Herry Agoes Hermadi
Presiden Prabowo Subianto bersama seluruh Anggota Kabinet Merah Putih menjadikan pembangunan pertanian, dan peternakan sebagai basis pertumbuhan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan. Pemerintah sukses membangun ketahanan pangan di sepanjang 2025, melalui keberhasilan swasembada beras. Produksi beras nasional tahun ini mencetak rekor tertinggi dalam sejarah.
Pemerintah pun memiliki program percepatan swasembada protein hewani, melalui intensifikasi, optimasi, dan efisiensi budidaya hewan ternak. Pemerintah telah menganggarkan dana hingga 20 triliun rupiah untuk memperkuat usaha ternak rakyat. Langkah ini tentu sangat strategis dan membuktikan komitmen pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional dan penjaminan kesejahteraan petani serta peternak.
Ancaman Wabah Ternak dari Timor Leste
Langkah dan niat mulia dari pemerintah ini, tidaklah mulus dan bebas hambatan. Ancaman wabah penyakit pada ternak mengintai usaha dan budidaya ternak sapi dan ruminansia (hewan dengan lambung majemuk, seperti sapi, kambing, domba, kambing, kerbau).
Baca Juga:Ridwan Kamil Digugat Cerai Atalia Praratya, Sidang Digelar 17 Desember 2025Persib Kalah Dari Malut United, Thom Haye Akui Kecewa
Khususnya di daerah Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Otoritas pertanian dan peternakan wajib mengkaji laporan kematian sapi dan kerbau di Timor Leste pada pekan terakhir Juni 2025. Kematian ternak di District Manufahi dan Same yang berjarak sekitar 100 kilometer dari perbatasan Indonesia, patut menjadi perhatian serius dan mengancam kedaulatan pangan nasional.
Kematian massal pada ternak ini, mengindikasikan munculnya wabah Malignant Catarrhal Fever (MCF) atau demam kataral ganas. MCF merupakan penyakit mematikan pada ruminansia dan berpotensi mengancam populasi sapi Bali di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanpa penanganan serius, wabah MCF dari Timor Leste bisa masuk ke wilayah teritori Indonesia, dan mengakibatkan depopulasi ternak Sapi Bali, meningkatkan potensi kerugian sekaligus menurunkan kesejahteraan peternak rakyat.
Malignant Catarrhal Fever memang bukan penyakit zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, dan sebaliknya). Namun dampaknya terhadap ternak sangat besar: angka kematian tinggi, gangguan reproduksi, dan kerugian ekonomi signifikan bagi peternak.
Di tengah upaya pemulihan sektor peternakan pasca berbagai wabah sebelumnya, ancaman ini tidak boleh diremehkan. MCF disebabkan oleh virus herpes yang ditularkan terutama dari hewan pembawa (carrier). Beberapa hewan yang menjadi carrier antara lain domba dan beberapa jenis ruminansia liar (rusa, anoa). Kelompok hewan tersebut dalam menularkan MCF ke kelompok hewan rentan seperti sapi, kerbau, dan rusa.
