Untuk mencegah masuk dan menyebarnya MCF dari Timor Leste ke wilayah NTT, beberapa langkah strategis perlu segera ditegakkan dengan pengendalian lalu lintas ternak perbatasan. Lakukan pengawasan ternak masuk dari wilayah perbatasan, baik jalur resmi maupun jalur tikus dan terapkan karantina dan pemeriksaan kesehatan hewan yang ketat.
Hindari pemeliharaan sapi bersama atau terlalu dekat dengan domba/kambing, terutama di daerah yang berisiko dan minimalkan kontak langsung dalam satu kandang atau padang gembala. Terapkan kebersihan kandang yang konsisten, gunakan disinfektan yang tepat karena virus dapat bertahan di lingkungan lembap sehingga sanitasi rutin sangat penting. Latih petugas lapangan, dokter hewan, dan penyuluh untuk mengenali gejala MCF, percepat alur pengiriman sampel ke laboratorium untuk konfirmasi PCR jika ditemukan kasus mencurigakan.
Peternak harus tahu bahwa MCF tidak menular ke manusia, tetapi sangat merugikan ternak. Berikan edukasi tentang pentingnya melaporkan kasus sakit/mati mendadak dan tidak menjual atau memindahkan hewan sakit secara diam-diam.
Paradigma One Health
Baca Juga:Ridwan Kamil Digugat Cerai Atalia Praratya, Sidang Digelar 17 Desember 2025Persib Kalah Dari Malut United, Thom Haye Akui Kecewa
Wabah penyakit hewan tidak hanya soal kesehatan ternak, tetapi menyangkut ketahanan pangan nasional, kesejahteraan peternak, dan kepercayaan pasar. Karena itu Indonesia memerlukan sistem pertahanan penyakit hewan yang kuat, berlapis, dan berkelanjutan dengan jejaring surveilans yang aktif dari desa hingga pusat, laboratorium veteriner yang mumpuni dan responsif, penegakan hukum terhadap penyelundupan ternak dan produk hewan, koordinasi lintas sektor dan lintas negara, terutama di kawasan perbatasan, serta integrasi dengan pendekatan One Health.
Waspada bukan berarti panik, tetapi bertindak lebih cepat daripada virusnya. Dengan kewaspadaan dini, disiplin biosekuriti, dan kebijakan yang tegas namun berpihak pada peternak, Indonesia—khususnya NTT sebagai wilayah strategis sapi Bali—dapat terhindar dari dampak buruk MCF dan mempertahankan keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Semoga kejadian di Timor Leste menjadi cermin, bukan prolog bagi wabah berikutnya di negeri kita.
*) penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga
