Serangan di Pantai Bondi Saat Hanukkah Dikecam Dunia, AS hingga Iran Sampaikan Kecaman

Serangan di Pantai Bondi Saat Hanukkah Dikecam Dunia, AS hingga Iran Sampaikan Kecaman
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/YuliiaKa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, dan Iran, menyampaikan kecaman keras atas insiden penembakan yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12). Serangan tersebut berlangsung bertepatan dengan perayaan hari raya Hanukkah umat Yahudi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan penolakan tegas Washington terhadap serangan yang ia sebut sebagai aksi terorisme yang menyasar perayaan keagamaan Yahudi. Dalam pernyataannya di platform X, Rubio menekankan bahwa antisemitisme tidak dapat ditoleransi dan menyatakan doa serta simpati bagi para korban, komunitas Yahudi, dan masyarakat Australia.

“Amerika Serikat dengan tegas mengutuk serangan teroris di Australia yang menargetkan perayaan Yahudi. Antisemitisme tidak memiliki tempat di dunia ini. Doa kami menyertai para korban serangan mengerikan ini, komunitas Yahudi, serta rakyat Australia,” ujarnya dalam platform X.

Baca Juga:Menlu Iran Tegaskan Tidak Ingin Perang, Diplomasi Jadi Satu-satunya Jalan PenyelesaianHarga Emas Hari Ini Menguat: Antam Tembus Rp2,4 Juta per Gram

Kecaman serupa disampaikan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk. Ia mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa antisemitisme, di mana pun terjadi, selalu berujung pada kejahatan.

“Antisemitisme, di mana pun ia muncul, selalu berujung pada tindakan kriminal. Hari ini, Polandia berdiri bersama Australia dalam masa duka ini,” ujarnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menyampaikan dukungan langsung kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, sebagaimana dilaporkan media BFMTV. Macron menyatakan duka cita Prancis atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, serta menegaskan komitmen negaranya untuk terus melawan kebencian antisemit di mana pun muncul.

“Prancis menyampaikan simpati kepada para korban, mereka yang terluka, serta orang-orang terkasih mereka. Kami turut merasakan duka rakyat Australia dan akan terus berjuang tanpa henti melawan kebencian antisemit, di mana pun ia terjadi,” ucap Macron.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic turut mengecam serangan itu dan menegaskan sikap Serbia yang menolak antisemitisme serta mendukung komunitas Yahudi. Presiden Lebanon Joseph Aoun juga menyampaikan kecaman keras, seraya menilai tragedi tersebut sebagai dampak dari penyebaran ideologi kebencian, ekstremisme, dan permusuhan yang memanfaatkan kekerasan atas nama agama, etnis, atau kepentingan politik.

0 Komentar