“Kita melibatkan keluarga untuk bersama-sama memantau kesehatan mata anak-anak,” ujarnya.
Terkait keberlanjutan program, Fitriani menjelaskan bahwa saat ini kegiatan masih difokuskan pada tahap skrining. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat dengan Lions Club yang dilaksanakan serentak di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Kota Cimahi mendapat kuota 1.000 peserta, tapi disebutkan bisa lebih. Karena itu, kami juga bekerja sama dengan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (Iropin), serta melibatkan kader PKK dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan,” kata Fitriani.
Adapun faktor yang memengaruhi ketajaman penglihatan, menurut Fitriani, cukup beragam. Banyak orang tidak menyadari penurunan fungsi penglihatannya hingga dilakukan pemeriksaan.
Baca Juga:Viral, Pedagang Es Teh Diserang Pria Tak Dikenal di Leuwigajah CimahiPesan Persatuan dari Sangkuriang Festival, Ketua DPRD Cimahi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Ruang Kebudayaan
“Terkadang orang merasa biasa saja, padahal saat diperiksa ternyata sudah minus atau plus. Karena tidak disadari,” ujarnya.
Penurunan visus, lanjut dia, bisa dipengaruhi usia, pola hidup yang kurang sehat, kebiasaan membaca dengan pencahayaan kurang atau jarak terlalu dekat, hingga penggunaan gawai yang berlebihan.
“Sering main gadget juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mata,” katanya.
Mengenai kemungkinan warga yang belum terdaftar untuk mengikuti pemeriksaan dan mendapatkan kacamata gratis, Fitriani memastikan akses layanan kesehatan tetap terbuka, termasuk bagi warga yang tidak memiliki BPJS.
“Insyaallah, di Kota Cimahi sudah Universal Health Coverage. Kalau memang tidak ter-cover di kegiatan ini, bisa melalui BPJS bagi yang tidak mampu, karena kita sudah UHC,” ujar Fitriani.
Ia menambahkan, jika jumlah peserta melebihi kuota awal, pemerintah daerah tetap berupaya memfasilitasi selama jumlahnya tidak terlalu besar.
“Kalau menyusul, silakan. Lebih dari 1.000 pun insyaallah tetap kita fasilitasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Daerah Lions Club Wilayah I sekaligus Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Jawa Barat, Dewi Kulsum, menyatakan bahwa program pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis merupakan agenda rutin tahunan Lions Club.
Baca Juga:Tanpa Dana APBD, Sangkuriang Festival Jadi Simbol Kebersamaan 23 Etnis di CimahiWarna-Warni Nusantara di Jantung Cimahi, Ragam Etnis Tampil dalam Sangkuriang Festival 2025
“Lions Club bekerja sama dengan Optik Seis Jawa Barat dan PKK Jawa Barat. Program ini disebar ke 27 kabupaten/kota, dengan total 30.000 kacamata yang didistribusikan di Jawa Barat,” ujar Dewi.
