JABAR EKSPRES – Persoalan kesehatan mata pada anak kian mendapat perhatian lintas sektor. Pemerintah daerah bersama organisasi sosial kemanusiaan mulai memperkuat upaya deteksi dini gangguan penglihatan, seiring meningkatnya kasus anak usia sekolah yang membutuhkan kacamata.
Di Kota Cimahi, Lions Club organisasi internasional di bidang sosial kemanusiaan berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, menggelar pemeriksaan mata massal bagi warga.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, mengatakan kegiatan tersebut menyasar sedikitnya 1.000 peserta yang pelaksanaannya dibagi dalam lima hari pemeriksaan.
Baca Juga:Viral, Pedagang Es Teh Diserang Pria Tak Dikenal di Leuwigajah CimahiPesan Persatuan dari Sangkuriang Festival, Ketua DPRD Cimahi Tegaskan Dukungan Penuh untuk Ruang Kebudayaan
“Pemeriksaan ini dibantu Lions Club dan bekerja sama dengan TP PKK Provinsi Jawa Barat. Untuk Kota Cimahi, total peserta yang disiapkan sekitar 1.000 orang,” ujar Fitriani di sela kegiatan pemeriksaan di Aula B, Senin, 15 Desember 2025.
Khusus di Aula B, lanjut Fitriani, jumlah peserta yang menjalani pemeriksaan pada hari itu mencapai sekitar 310 orang, terdiri atas 150 kader PKK dan 160 siswa SMA. Sementara peserta lainnya tersebar di sejumlah lokasi pelayanan kesehatan.
“Yang di Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Dustira, serta Optik Raya dibagi dalam lima hari. Totalnya, di RS Cibabat ada 258 orang, di RS Dustira 99 orang, dan di Optik Raya 443 orang. Jadi, keseluruhannya mencapai 1.110 peserta,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan soal makin banyaknya anak usia SD hingga TK yang sudah menggunakan kacamata, Fitriani menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mata anak. Menurut dia, pengawasan harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Peran orang tua sangat penting, terutama memantau kebiasaan membaca anak, pencahayaan, jarak membaca, hingga asupan makanan yang mengandung vitamin, khususnya vitamin A untuk kesehatan mata,” katanya.
Selain itu, orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di depan layar.
“Jangan terlalu lama menonton televisi, perhatikan jarak menonton, dan juga penggunaan gawai. Itu semua harus diperhatikan oleh orang tua,” imbuh Fitriani.
Baca Juga:Tanpa Dana APBD, Sangkuriang Festival Jadi Simbol Kebersamaan 23 Etnis di CimahiWarna-Warni Nusantara di Jantung Cimahi, Ragam Etnis Tampil dalam Sangkuriang Festival 2025
Ia menegaskan, program pemeriksaan ini tidak hanya menyasar individu, tetapi juga melibatkan keluarga dalam upaya pemantauan kesehatan mata anak.
