JABAR EKSPRES – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk membantu peternak ayam petelur yang tengah menghadapi tekanan harga.
Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diinstruksikan membeli telur ayam ras langsung dari peternak lokal guna memastikan harga jual tetap berada pada level yang menguntungkan.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada peternak rakyat yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kerugian akibat rendahnya harga telur di tingkat kandang.
Baca Juga:Damkar Evakuasi Jari Telunjuk Bocah yang Nyangkut di Lubang Baut Pagar di BogorDiduga Lalai, Pemotor Tewas Tabrak Tiang Listrik di Kemang Bogor
“Mulai hari ini, saya instruksikan seluruh SPPG, khususnya di Magetan, untuk membeli telur ayam langsung ke peternak. Kalau tidak, dapurnya daya suspend,” ujar Nanik dikutip dari ANTARA, Selasa (2/6).
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan harga jual telur ayam ras di tingkat peternak ayam petelur di Magetan yang anjlok.
“Hal ini karena di tingkat pasar harganya naik, tapi di tingkat peternak tidak naik, sehingga peternak rugi,” katanya.
Saat ini, harga telur di tingkat peternak Magetan berada di kisaran Rp22.000 per kilogram, masih di bawah harga pokok yang dibutuhkan peternak untuk mencapai titik impas, yakni sekitar Rp24.000 per kilogram. Di sisi lain, harga telur di pasar sudah mencapai Rp25.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya disparitas harga antara tingkat peternak dan pasar. Karena itu, BGN mendorong rantai distribusi yang lebih pendek dengan menghubungkan langsung kebutuhan bahan baku program Makan Bergizi Gratis kepada peternak setempat.
Selain membantu meningkatkan pendapatan peternak, kebijakan ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan. SPPG diberikan waktu sekitar dua pekan untuk menyesuaikan pola pengadaan dan meningkatkan serapan telur dari peternak lokal.
Dalam kunjungannya ke Magetan, Nanik juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara kepala SPPG dan sejumlah pelaku UMKM pemasok bahan pangan.
Baca Juga:PHE, ExxonMobil, SK Innovation dan SK Earthon Tandatangani Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-KorselKebijakan Ekspor Satu Pintu Dinilai Bisa Perbaiki Transparansi dan Dongkrak Penerimaan Negara
Ia turut meninjau harga komoditas sayuran di Pasar Plaosan serta mengunjungi sentra peternakan ayam petelur di wilayah tersebut.
