JABAR EKSPRES – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi menyiapkan program Kampung Sosial berbasis ketahanan pangan dengan orientasi destinasi wisata sebagai langkah menekan angka kemiskinan ekstrem.
Menariknya, program tersebut dirancang tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui inovasi dan kolaborasi berbagai pihak.
Program tersebut disiapkan sebagai upaya memperkuat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat rentan secara berkelanjutan.
Baca Juga:Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Bali, Dewan Komisaris Tinjau IT ManggisBupati Cecep Ajak Warga Viralkan Truk ODOL, Pemkab Tasikmalaya Perketat Pengawasan Demi Jalan Tahan Lama
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, mengatakan program itu dirancang untuk membangun model pemberdayaan keluarga miskin agar memiliki sumber pendapatan tambahan yang lebih stabil.
“Itu salah satu program unggulan yang tidak menggunakan APBD. Kami sudah mendapat restu dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota, dan saat ini masih terus dimatangkan agar pelaksanaannya berjalan sesuai rencana,” ujar Totong saat ditemui Jabar Ekspres di kantornya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan program akan ditopang kolaborasi lima unsur pentahelix, yakni akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media.
Akademisi berperan menyusun konsep berbasis data, pebisnis menyediakan dukungan modal, komunitas menggerakkan partisipasi masyarakat, pemerintah menyiapkan kebijakan, sedangkan media berperan menyebarluaskan informasi kepada publik.
“Kelima unsur ini akan bekerja sama untuk memberikan hasil terbaik. Karena itu, kami akan membangun kontrak sosial berupa kesepakatan bersama yang melibatkan lima komponen tersebut sebagai landasan dalam menjalankan komitmen ke depan,” jelasnya.
Totong menegaskan, konsep yang diusung bukan hanya sebatas hubungan antar-stakeholder, melainkan shareholder yang saling berbagi peran dan tanggung jawab.
Selain APBN dan APBD yang dinilai terbatas, skema pendanaan juga akan melibatkan dukungan pihak ketiga, termasuk sponsor dan kalangan dunia usaha.
Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pamijahan Bogor Ludes TerbakarLibur Iduladha, Jalur Puncak Bogor Mulai Dipenuhi Kendaraan Wisatawan
“Program tersebut membuka peluang besar melalui dukungan para dermawan. Konsepnya akan disusun berdasarkan kesepakatan bersama dengan sumber pendanaan dari berbagai pihak, mulai individu, komunitas pengusaha, Kadin, HIPMI, hingga kelompok perusahaan yang tergabung dalam Apindo dan elemen usaha lainnya,” terangnya.
Program Kampung Sosial tersebut juga diarahkan tidak hanya untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui pengembangan kawasan menjadi destinasi wisata berbasis potensi lokal.
