JABAR EKSPRES – Hotel Pullman merupakan satu dari sejumlah bentuk aset yang dikerjasamakan oleh Pemprov Jabar. Selain lahan di Depan Gedung Sate itu, Pemprov juga telah menjalin kerjasama dalam pengelolaan aset di beberapa titik lain.
Berdasarkan data LHO BPK, beberapa aset itu di antaranya adalah yang kini menjadi Lapangan Golf di Desa Cibeusi, Desa Cileles dan Desa Sayang Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Aset itu dikerjasamakan dengan PT Langen Kridha Pratyangga.
Kerjasama dimulai 2016 lalu, mencakup pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa lapangan golf seluas 126,4 hektare. Masa kerjasama berlangsung dengan jangka waktu 30 tahun sampai dengan 2046. Kontribusi untuk 2025 ini ditetapkan Rp 3,1 miliar.
Baca Juga:Manajemen Persib Enggan Dulu Bahas Perpanjangan Kontran Bojan Hodak, Ini Alasannya!Persib Tambah Amunisi: Rumor Sebut Joey Pelupessy, Tapi yang Datang Malah Marteen Paes!
Selain itu, terdapat aset Pondok Seni Pangandaran yang dikerjasamakan dengan salah satu BUMD Jabar, yakni Jaswita Jabar. Kerjasama bakal berlangsung sampai 2050. Kontribusi untuk 2025 ini ditetapkan Rp 314 juta.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tengah berupaya mengevaluasi sejumlah aset yang dikerjasamakan dengan pihak lain, termasuk di dalamnya aset yang kini berdiri Hotel Pullman.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat adalah Norman Nugraha, Selasa (9/12).
Ia menguraikan, Gubernur Dedi Mulyadi juga telah memberikan arahan perihal tersebut, karena itu, pihaknya juga tengah bergerak untuk mendata aset-aset yang kini dikerjasamakan.
“Kami sedang identifikasi ya, aset – aset yang dikerjasamakan. Karena Pak Gubernur juga telah mengarahkan, ” cetusnya saat ditemui di Gedung Sate.
Norman melanjutkan, evaluasi itu pertimbanganya juga untuk mendongkrak pendapatan daerah. Aset Pemprov memang tidak sedikit, sehingga perlu dioptimalkan dalam mendulang pendapatan daerah.
Di sisi lain, arahan evaluasi terhadap kerjasama aset daerah itu disampaikan Gubernur Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna, Kamis (20/11).
Baca Juga:Menanti Sanksi AFC, Persib Dipastikan Tanpa Penonton di Babak 16 Besar ACL Two?Ruang Ganti Makin Solid, Ramon Tanque Buktikan Diri di Momen Penting
Menurutnya, ada beberapa langkah yang bakal dilakukan untuk mencapai pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026, salah satunya adalah dengan optimalisasi aset.
“Aset Pemprov itu luar biasa. Tersebar di berbagai daerah. Termasuk di Bandung,” katanya dalam paripurna pengesahan APBD 2026 itu.(son)
