JABAR EKSPRES – Manajemen Persib Bandung memilih menahan diri terkait pembahasan masa depan pelatih Bojan Hodak. Meski performa Maung Bandung terus menanjak, manajemen menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengalihkan fokus sang pelatih.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa Bojan masih larut dalam euforia kemenangan Persib atas Bangkok United pada laga terakhir fase grup AFC Champions League Two.
Menurut Adhitia, kemenangan tersebut menjadi momentum penting bagi Persib dan tim pelatih. Karena itu, manajemen tidak ingin membebani Bojan dengan pembicaraan kontrak di tengah suasana bahagia.
Baca Juga:Persib Tambah Amunisi: Rumor Sebut Joey Pelupessy, Tapi yang Datang Malah Marteen Paes!Menanti Sanksi AFC, Persib Dipastikan Tanpa Penonton di Babak 16 Besar ACL Two?
“Bojan masih menikmati euforia kemenangan tadi malam. Kami masih punya banyak target, saya pikir kita belum mau masuk ke sana,” ujarnya di Graha Persib, Kamis (11/12).
Ia menegaskan bahwa fokus utama Persib saat ini adalah menjaga ritme permainan agar tim tetap stabil menjelang babak 16 besar.
Manajemen menilai bahwa pembahasan kontrak merupakan keputusan strategis yang membutuhkan ketenangan dan pemikiran panjang.
Karena itu, proses tersebut tidak ingin dilakukan secara terburu-buru atau mengganggu persiapan tim menghadapi fase gugur.
Meski belum membahas masa depan secara teknis, bukan berarti komunikasi antara manajemen dan Bojan terputus.
Adhitia memastikan bahwa hubungan kerja tetap terjalin harmonis dan terbuka. “Tapi diskusi dengan beliau tetap terjalin lah,” katanya.
Ia menekankan bahwa koordinasi antara klub dan staf pelatih tetap berjalan normal di tengah kesibukan mempersiapkan fase berikutnya.
Baca Juga:Ruang Ganti Makin Solid, Ramon Tanque Buktikan Diri di Momen PentingKota Banjar Raih Pinunjul Award 2025 untuk Pengendalian Inflasi, Dua Tahun Berturut-turut
Adhitia juga mengisyaratkan bahwa prioritas Persib saat ini adalah memaksimalkan peluang di kompetisi yang tengah berlangsung, bukan urusan administratif.
Dengan lolosnya Persib ke babak 16 besar, manajemen merasa tim memasuki periode paling krusial dalam musim ini.
Setiap keputusan yang diambil, termasuk soal kontrak pelatih, harus mempertimbangkan dampak langsung terhadap performa tim.
Oleh karena itu, manajemen memilih menjaga stabilitas internal, termasuk memastikan Bojan memiliki ruang untuk fokus pada taktik dan perkembangan pemain.
Langkah menahan pembahasan kontrak ini juga dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap proses kerja Bojan selama memimpin tim.
