JABAR EKSPRES – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi penting dalam membangun ekonomi berkelanjutan di kawasan penyangga IKN, khususnya Kecamatan Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurut Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, UMKM harus mampu tampil sebagai penggerak utama ekonomi lokal.
“Pelaku UMKM harus mampu menjadi pelaku aktif dan hadir sebagai super-hub ekonomi, khususnya bagi delineasi IKN sehingga bisa menjadi bagi yang lain,” kata Alimudin dikutip dari ANTARA, Kamis (11/12).
Baca Juga:Pertumbuhan Ekonomi Nasional Dipengaruhi Tingkat Kepercayaan Publik, Ini Kata Ekonom!Wamenlu Dorong Perubahan Arah Investasi, Indonesia Perlu Perkuat Ekonomi di Negara-Negara Islam
Dalam satu dekade mendatang, OIKN memperkirakan kawasan inti Nusantara akan menjelma menjadi pusat aktivitas nasional layaknya Jakarta hari ini.
Hal itu membuat Samboja dan Samboja Barat diproyeksikan mengikuti jejak kota-kota penyangga seperti Depok, yang tumbuh pesat seiring perkembangan ibu kota.
“Melalui forum ini, OIKIN memastikan pemberdayaan UMKM dilakukan secara berbasis kolaborasi antar-lembaga dan masyarakat untuk menjadikan pengusahan UMKM sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan di kawasan Nusantara,” ujarnya.
Pengusaha UMKM dalam kegiatan ini mengikuti diskusi mendalam terkait strategi kemitraan dan jejaring kerja sama hingga penyusunan studi kelayakan usaha.
Ia mengatakan seruan “Salam satu miliar” menggema dari para peserta pelatihan itu, menggambarkan semangat UMKM dalam mengambil bagian ekosistem ekonomi nusantara.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dan menegaskan bahwa forum ini akan ditindaklanjuti dengan rekomendasi strategis bagi pengembangan UMKM di Samboja dan Samboja Barat.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menilai bahwa pengembangan UMKM akan berjalan selaras dengan potensi pariwisata wilayahnya.
Baca Juga:Modus Penghindaran Bea Keluar Meningkat, Menkeu Soroti Celah Pengawasan EksporKemiri Lombok Tengah Kian Mendunia, Ekspor RI Meroket 350 Persen Jadi 9,58 Juta Dolar AS
“Pemetaan potensi yang pertama kami dilakukan di Samboja Barat adalah pariwisata. Ketika ada parwisata, tentu ada UMKM yang akan tumbuh di dalamnya. Mimpi kami adalah UMKM Samboja Barat tak hanya memperdagangkan di wilayah rest area IKN, tetapi mampu berada di lokasi KIPP,” ujarnya.
