JABAR EKSPRES – Pentingnya menjaga kelestarian lingkungan khususnya ekosistem hutan baru dirasakan setelah bencana melanda seperti sekarang.
Jika selama ini ancaman bencana hanya menjadi wacana, maka setelah banyak korban, baru semua orang peduli.
Ternyata dalam Islam, menjaga lingkungan, pohon, hutan dan ekosistemnya sudah banyak diajarkan, mengingat semua yang ada di dunia ini termasuk ekosistem hutan adalah karunia dari Allah yang wajib dijaga, dilestarikan, dan dihormati.
Baca Juga:Spoiler Dynamite Kiss Episode 9, Benarkah Rahasia Da Rim Bakal Terbongkar Malam Ini?Cek Fakta, Aplikasi VIR Transformasi Klaim Sebagai Penghasil Uang yang Aman dan Jangka Panjang, Benarkah?
Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi khalifah yang bertanggung jawab atas bumi dan seluruh isinya. Allah Ta’ala berfirman:
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا مِنْ رِّزْقِ اللّٰهِ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
“Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 60)
Penebangan pohon dan hutan secara sembarangan tentu termasuk dalam kategori perusakan lingkungan. Dampaknya sangat besar seperti yang terjadi pekan lalu, saat ada banjir dan longsor hingga merusak ekosistem sampai hilangnya habitat makhluk hidup.
Sebagai agama yang sangat peduli terhadap kelestarian alam, Islam melarang pemusnahan pepohonan kecuali untuk kemaslahatan.
Bahkan dalam kondisi perang yang biasanya rawan kerusakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap melarang para pemimpin perang untuk menghancurkan lingkungan sekitar.
Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَتَلَ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا، أَوْ أَحْرَقَ نَخْلًا، أَوْ قَطَعَ شَجَرَةً مُثْمِرَةً، أَوْ ذَبَحَ شَاةً لِإِهَابِهَا لَمْ يَرْجِعْ كِفَافًا
“Barang siapa membunuh anak kecil atau orang tua (yang sudah renta), membakar pohon kurma, menebang pohon yang berbuah, atau menyembelih seekor kambing hanya untuk diambil kulitnya, maka ia tidak akan kembali dalam keadaan bersih (tanpa dosa).” (HR Ahmad)
Baca Juga:Dari Layanan Publik hingga Industri, Papua Siap Terbang dengan Data Center LokalTes Kesehatan Mental Gratis Secara Online, Hasil Langsung Keluar Hitungan Detik
Pesan Nabi ini yang disampaikan dalam konteks perang, menunjukkan bahwa dalam keadaan perang pun beliau tetap memerintahkan umatnya untuk memperhatikan lingkungan sekitar.
Jika dalam kondisi perang saja dilarang merusak alam, maka larangan tersebut tentu lebih ditekankan lagi dalam keadaan damai.
Sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pun pernah berpesan hal yang sama kepada para pemimpin perang di masanya,
ولا تغرقوا نخلا ولا تحرقوا زرعا، ولا تجسدوا بهيمة، ولا تقطعوا شجرة مثمرة
“… jangan hancurkan kebun kurma, jangan bakar perkebunan, jangan membunuh hewan ternak, jangan menebang pohon berbuah …”
