Saking besarnya perhatian Islam terhadap kelestarian alam, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berulang kali memotivasi kaum muslimin untuk menanam pohon sebagai investasi akhirat. Beliau bersabda:
إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika kiamat telah datang, dan ketika itu kalian memiliki cangkokan tanaman, jika kalian mampu untuk menanamnya sebelum Kiamat, maka tanamlah.” (HR Ahmad, no. 12902, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah)
Bahkan menanam pohon termasuk amalan jariyah yang pahalanya akan terus mengalir setelahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ
Baca Juga:Spoiler Dynamite Kiss Episode 9, Benarkah Rahasia Da Rim Bakal Terbongkar Malam Ini?Cek Fakta, Aplikasi VIR Transformasi Klaim Sebagai Penghasil Uang yang Aman dan Jangka Panjang, Benarkah?
“Ada tujuh perkara yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah ia meninggal, padahal ia berada di dalam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan, (2) orang yang mengalirkan sungai (yang terputus pen.) (3) orang yang membuat sumur, (4) orang yang menanam kurma (buah), (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang memberi mush-haf Alquran, dan (7) orang yang meninggalkan seorang anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya setelah ia wafat.” (HR. Al-Bazzar, hasan)
Amalan menanam kurma di sini berlaku untuk seluruh jenis pohon yang bermanfaat.
Karena itu, sebagai seorang muslim kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam yang Allah ciptakan. Semoga Allah menjaga pohon dan hutan kita, khususnya di negeri kita tercinta.
