Rangkaian seleksi meliputi tes wawasan dan tes kesehatan yang disesuaikan dengan jenis tugas yang dipilih. Terdapat tiga kategori penugasan yang dibuka, yakni Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, dan Petugas Non-Kloter.
Untuk petugas non-kloter yang akan bertugas langsung di Arab Saudi, kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat. Seluruh proses seleksi di daerah juga diawasi melalui Zoom Meeting oleh tim pusat guna memastikan keseragaman pelaksanaan di seluruh Indonesia.
Nandang berharap seluruh rangkaian seleksi dapat berlangsung tertib, transparan, dan objektif.
Baca Juga:Sukses Menggelar Dikreg LIV Sesko TNI TA 2025, Begini kata Panglima Sinergi Baru Mayapada Hospital Bandung dan BRI Life: Fokus pada Nasabah dan Produktivitas Tim
“Semoga seluruh tahapan berjalan tanpa kendala, dan petugas yang lulus adalah mereka yang amanah, bertanggung jawab, serta memiliki dedikasi tinggi dalam melayani jemaah haji, baik di kloter maupun di Arab Saudi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Cimahi, Baiq Raehanun Ratnasari, menegaskan bahwa Kementerian Haji kini telah berdiri sebagai lembaga mandiri setelah sebelumnya berada di bawah Kemenag.
Ia pun mengingatkan pentingnya integritas dan tanggung jawab bagi para calon petugas.
“Petugas haji harus mengutamakan kepentingan jemaah. Mereka berangkat untuk melayani jemaah haji, bukan untuk kepentingan pribadi. Semoga para petugas tahun 2026 mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Baiq menutup. (Mong)
