WBC Tetapkan Lima Syarat untuk Subriel Matias Terkait Kasus Doping Ostarine

WBC Tetapkan Lima Syarat untuk Subriel Matias Terkait Kasus Doping Ostarine
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik/wirestock)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – World Boxing Council (WBC) menetapkan lima kewajiban yang harus dipenuhi oleh juara dunia kelas ringan super (63,5 kg), Subriel Matias, setelah sang petinju terlibat kasus penggunaan zat terlarang berupa ostarine.

Dalam laporan resmi WBC yang diakses dari Jakarta, Kamis, dijelaskan bahwa demi penyelesaian yang adil dan cepat, WBC bersama Matias menyepakati sejumlah langkah. Pertama, Matias akan menjalani masa percobaan selama satu tahun sejak tanggal pengambilan sampel yang menjadi dasar kasus ini.

Kedua, ia wajib mengikuti tes anti-doping acak tambahan sepanjang masa percobaan dengan biaya mandiri. Ketiga, Matias harus membayar dan menyelesaikan program edukasi nutrisi yang disusun serta diawasi oleh Komite Gizi WBC.

Baca Juga:Tragedi Kebakaran Wang Fuk Court: 159 Tewas, Pencarian Korban Resmi DitutupSimulasi Angsuran KUR BRI Rp100 Juta dan Syarat Pengajuannya

Keempat, Matias diwajibkan mengunjungi sasana tinju untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya konsumsi suplemen yang berpotensi terkontaminasi. Kelima, ia akan dikenai skorsing tanpa batas waktu tanpa proses penyelidikan tambahan jika kembali dinyatakan positif selama masa percobaan.

Kasus doping Matias terungkap dari laporan Voluntary Anti-Doping Association (VADA) yang diterima WBC pada 15 November lalu. Dalam laporan tersebut ditemukan hasil analitis yang menunjukkan keberadaan ostarine pada sampel urine yang diambil pada 9 November.

Ostarine merupakan jenis selective androgen receptor modulator (SARM) yang bekerja dengan menempel pada reseptor androgen dan merangsang pertumbuhan otot. Zat ini sering digunakan untuk meningkatkan performa atlet dengan memperbesar massa otot, mempercepat pembakaran lemak, serta meningkatkan stamina dan pemulihan tubuh.

WBC menegaskan bahwa ostarine dan seluruh jenis SARM dilarang keras dalam kondisi apa pun berdasarkan aturan Anti-Doping WBC (WBC CBP).

WBC juga mempertimbangkan sejumlah faktor yang meringankan, termasuk konsumsi suplemen yang diketahui terkontaminasi ostarine selama periode pengambilan sampel. Selain itu, terdapat temuan ilmiah yang menunjukkan bahwa beberapa suplemen yang terkontaminasi memiliki bahan aktif yang sama dengan yang dikonsumsi Matias.

Temuan kadar ostarine dalam sampel Matias juga terbilang rendah, yakni 0,85 ng/mL, dan sesuai dengan pola kontaminasi suplemen. Laporan Matias kepada VADA mengenai konsumsi delapan suplemen—beberapa di antaranya memang terbukti terkontaminasi—menjadi bagian dari pertimbangan tersebut.

0 Komentar