JABAR EKSPRES – Otoritas Hong Kong mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court pekan lalu telah mencapai 159 orang, setelah operasi pencarian resmi berakhir pada Rabu. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa proses penyisiran di menara apartemen yang hangus terbakar telah selesai dilakukan.
Setelah menuntaskan pencarian di dalam gedung, tim penyelamat akan beralih memeriksa struktur perancah yang mengelilingi bangunan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menemukan kemungkinan jenazah yang masih tersisa, mengingat masih terdapat 30 orang yang belum ditemukan.
Kebakaran dahsyat itu melanda tujuh dari delapan gedung di kompleks padat penghuni yang berlokasi di wilayah Tai Po. Insiden terjadi pada Rabu (26/11) ketika seluruh gedung sedang dibungkus perancah untuk proyek renovasi dinding luar. Penyelidikan awal menduga bahwa api dipicu oleh penggunaan jaring plastik dan papan busa berkualitas rendah dalam proyek renovasi tersebut.
Baca Juga:Simulasi Angsuran KUR BRI Rp100 Juta dan Syarat Pengajuannya5 Rekomendasi Motor Listrik Polytron, Mulai dari 11 Jutaan!
“Pada satu titik, kami menemukan sejumlah jasad di gedung yang sama,” ujar Stephen Cheng, Kepala Unit Identifikasi Korban Bencana Kepolisian Hong Kong.
Ia menambahkan bahwa ada kemungkinan beberapa korban berasal dari satu keluarga.
“Mereka bisa saja berasal dari satu keluarga,” tambahnya.
Otoritas Hong Kong juga melaporkan bahwa 140 korban telah berhasil diidentifikasi secara awal, termasuk lima pekerja proyek dan sepuluh pekerja rumah tangga asing. Selain itu, 20 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam insiden tragis tersebut.
Sebagai respons atas kejadian ini, pemerintah Hong Kong menginstruksikan pencopotan jaring perancah di sekitar 210 lokasi proyek konstruksi sebelum batas waktu Sabtu mendatang. Instruksi ini dikeluarkan setelah muncul dugaan bahwa beberapa kontraktor memalsukan laporan uji material untuk menghindari pemeriksaan dari pihak berwenang.
Menurut Sekretaris Pembangunan Hong Kong, Bernadette Linn, jaring perancah wajib melalui uji lapangan dan laboratorium bersertifikat pemerintah sebelum dipasang. Temuan bahwa beberapa proyek mengabaikan prosedur tersebut menambah tekanan pada otoritas untuk memperketat pengawasan.
Di sisi lain, penghuni dari satu-satunya gedung Wang Fuk Court yang tidak terdampak kebakaran diizinkan kembali untuk mengambil barang berharga, obat-obatan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Namun banyak warga mengaku belum melihat peluang untuk bisa kembali tinggal dalam waktu dekat.
