Edukasi tentang perawatan luka perineum mencakup pemahaman mengenai teknik perawatan mandiri luka perineum, dan tanda bahaya yang harus diwaspadai, materi perawatan payudara mencegah.
Selain itu kader diberikan materi manajemen stres dan dukungan keluarga ibu hamil dan ibu postpartum.
Edukasi ini diberikan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan diskusi, sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah.
Baca Juga:Pelajar dan Guru SMK Berebut Gelar Terbaik di Festival Vokasi Satu HatiBegini Cara Cek Daftar Nama Jemaah Haji yang Masuk Kuota Keberangkatan 2026
Kegiatan edukasi tidak hanya berfokus pada aspek teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik sederhana agar kader dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara langsung ketika memberikan layanan kesehatan di Posyandu.
Kader diberikan kesempatan bertanya terkait kasus di lapangan yang mereka temui, sehingga edukasi bersifat kontekstual dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Beberapa kader berbagi pengalaman mengenai ibu postpartum yang mengalami luka perineum berkepanjangan atau ibu menyusui yang mengalami pembengkakan payudara, serta manajemen stres yang dialami oleh ibu hamil dan ibu postpartum.
Melalui diskusi tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan solusi berbasis bukti dan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan kader dalam melakukan pendampingan.
Setelah kegiatan edukasi selesai, posttest dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader.
Hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan dengan nilai pretest.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dilaksanakan berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapan kader dalam memberikan layanan kesehatan.
Selain peningkatan nilai, kader juga menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil dan postpartum.
Baca Juga:Selain Ada Diskon Tiket Kereta Api hingga Pesawat, Pemerintah Siapkan Mudik Gratis Nataru 2025/2026KAI Beri Diskon Tiket Kereta Api 30 Persen untuk Libur Nataru 2025/2026, Ini Daftar KA dan Rutenya
Mereka juga memahami bahwa peran kader sangat penting dalam mencegah komplikasi kesehatan ibu melalui edukasi yang tepat dan responsif.
Selain edukasi, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring antara universitas, pemerintah desa, dan organisasi pemberdayaan masyarakat seperti TP-PKK dan POKJA IV.
Keterlibatan Universitas Bhakti Kencana dengan Mitra dalam kegiatan ini menunjukkan adanya komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan kader Posyandu.
Dalam jangka panjang, kolaborasi ini dapat dikembangkan menjadi program-program berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada ibu dan anak, tetapi juga aspek kesehatan masyarakat lainnya seperti gizi, kesehatan lansia, dan pencegahan penyakit menular.
