Bea Cukai Terancam Dibekukan, Purbaya: Tenggat Waktu Setahun!

Bea Cukai Terancam Dibekukan, Purbaya: Tenggat Waktu Setahun!
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Dirjen Bea Cukai jika tidak segera berbenah. Foto: Antara
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bakal membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), jika terus-menerus bermasalah.

Disampaikan usai rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, Purbaya mengaku bakal memberikan tenggat waktu setahun bagi Dirjen Bea Cukai untuk berbenah.

“Harus diperbaiki dengan serius. Saya bilang ke mereka bahwa saya sudah minta waktu ke Presiden (Prabowo Subianto) satu tahun untuk tidak diganggu dulu, biar saya bereskan dan perbaiki Bea Cukai,” ujarnya, dikutip Jumat (28/11/2025).

Baca Juga:Ada Suap Rp550 Juta per Kontainer Impor Thrifting? Ini Kata Bos Bea CukaiBea Cukai Klaim Tak Pernah Izinkan Impor Beras Ilegal 250 Ton, Benarkah?

Ia juga mengaku telah mengumpulkan para petinggi Bea Cukai, dan membahas terkait citra mereka di masyarakat yang semakin buruk. Terlebih setelah adanya impor beras ilegal sebanyak 250 ton ke Sabang.

Kasus itu menjadi pukulan telak bagi Bea Cukai, sebagai lembaga yang seharusnya mengawasi barang ekspor dan impor. Menurutnya, para petinggi maupun staf Bea Cukai sadar betul masalah yang mereka hadapi.

Kejadian yang mencoreng harga diri bangsa itu, berisiko pembekuan instansi sebagaimana pernah terjadi di masa orde baru.

“Kalau Bea Cukai gak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyrakat masih gak puas. Bea Cukai bisa dibekukan dan diganti dengan SGS (Societe Generale de Surveilance), seperti zaman dulu lagi,” tegas Menkeu.

Selain itu, ia juga memberikan ancaman lain bahwa ribuan hubungan kontrak kerja pegawai Bea Cukai berisiko mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan. Itu dipastikan hanya terjadi jika instansi tersebut gagal memperbaiki diri.

“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar, dan siap untuk mengubah keadaan,” kata dia.

Secara paralel, Purbaya menerapkan teknologi berbasis akal imitasi (AI) di wilayah operasional Bea Cukai. Teknologi ini bertujuan untuk menyederhanakan sekaligus mempercepat proses kepabenanan dan cukai, termasuk underinvoicing.

Baca Juga:250 Ton Beras Impor Ilegal Disegel, Kementan Kecolongan?Dukung Penindakan Impor Ilegal Pakaian Bekas, Kadin: Bentuk Perlindungan Industri Nasional

“Nanti underinvoicing akan cepat terdeteksi, sambil kami perbaiki yang lain. Jadi, kami pelajari betul. Sekarang cukup baik kemajuannya, saya pikir tahun depan sudah aman. Artinya, Bea Cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional,” tuturnya.

0 Komentar