Ribuan Paket Wisata Batal, Larangan Study Tour Guncang Ekonomi Lembang

Pelaku Wisata di Lembang Menjerit
BERIKAN ARAHAN: Pemandu museum memberikan arahan untuk para pelajar SD saat melakukan study tour (karyawisata) di Museum Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. (DIMAS RACHMATSYAH/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Asep Dendih, meminta pelaku wisata untuk mulai berbenah dan tidak sepenuhnya bergantung pada kunjungan study tour sekolah.

Ia memahami keresahan pelaku usaha, namun menegaskan bahwa kebijakan gubernur tetap harus dijalankan. “Kunjungan karyawisata memang sudah menjadi tulang punggung. Tetapi hal ini kita akan mencari solusi bersama,” katanya.

Menurut Asep, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada Bandung Barat, tetapi juga daerah lain di Jawa Barat yang mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Baca Juga:Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa GolEiger Adventure Land Jadi Mitra Menko PMK–BNPB Menghijaukan Puncak

Karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk mencari titik tengah yang tidak merugikan industri wisata. “Kami akan mencoba berkoordinasi dengan pimpinan. Karena sampai saat ini PAD Bandung Barat itu cukup besar dari wisata,” ujarnya.

Meski situasi saat ini penuh tantangan, Asep berharap Bandung Barat tetap mampu menarik minat wisatawan. Dengan banyaknya ikon wisata serta semakin membaiknya akses transportasi seperti kereta cepat Whoosh dan Bandara Kertajati, ia optimistis sektor pariwisata tetap memiliki peluang besar untuk bangkit.

“Kami berharap Bandung Barat tetap menjadi magnet bagi wisatawan. Jangan sampai orang hanya melewati daerah ini tanpa singgah,” pungkasnya.

Ketua PHRI Kabupaten Bandung Barat, Eko Suprianto mengatakan pelarangan study tour dipastikan akan berdampak terhadap berbagai bisnis terutama di kawasan wisata.

“Dengan wacana itu tentunya pengusaha wisata akan terpukul jika wacana itu direalisasikan,” kata Eko kepada Jabar Ekspres belum lama ini.

Eko menilai, kegiatan study tour selama ini tidak bermasalah sepanjang pelajar mendapatkan wawasan baru di luar lingkungan sekolah.

Apalagi lanjut dia, selama ini kunjungan siswa dari kegiatan study tour cukup dominan berwisata ke kawasan Kabupaten Bandung Barat khususnya Lembang. Mereka, kata dia, lebih banyak mengisi kunjungan di saat weekday atau hari biasa.

Baca Juga:Kolaborasi Humas Jadi Pondasi Kepercayaan Publik, Pesan Tegas Menkomdigi di AMH 2025Manchester City Kepincut Bintang Muda Bundesliga, Said El Mala Jadi Target Utama

“Di KBB untuk kunjungan study tour cukup dominan sekali. Jangankan di KBB, di Bali saja yang turis asing atau wisata internasional itu siswanya pasti banyak sekali,” katanya.

0 Komentar