“Apalagi Bandung Barat yang mainnya lokal, kebanyakannya atau hampir semua pengunjung di hari biasa itu siswa. Jadi selama ini weekdaynya diisi oleh anak sekolah atau kegiatan sekolah,” sambungnya.
Menurutnya, dampak negatif jika wacana itu direalisasikan akan berpengaruh pada perputaran perekonomian daerah. Sebab sektor pariwisata tak pernah berdiri sendiri tapi juga menghidupi sektor lain di bawahnya.
Larangan itu sekarang mulai berdampak pada sektor bisnis pariwisita. Dari mulai kunjungan ke objek wisata hingga omzet para pedagang. “Efek dominonya banyak. Bukan hanya pengusaha wisata tapi travel juga pasti kena imbas. Pedagang kecil yang ada di kawasan wisata juga pasti kena,” kata dia.
Baca Juga:Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa GolEiger Adventure Land Jadi Mitra Menko PMK–BNPB Menghijaukan Puncak
Selain itu, Pemerintah daerah pun akan kehilangan sumber pendapatan daerah seperti retribusi objek wisata, parkir, dan lainnya. “Jadi pengaruhnya bisa ke penerimaan pendapatan asli daerah atau PAD,” tandasnya. (wit/yan)
