JABAR EKSPRES – Di tengah cuaca ekstrem yang tak menentu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mencatat bahwa wilayahnya telah memasuki masa geohidrometeorologi. Masa di mana hujan deras, angin kencang, dan potensi bencana hidrologi meningkat secara signifikan.
Namun di balik situasi genting itu, muncul sosok remaja perempuan berusia 16 tahun yang memilih tidak tinggal diam.
Namanya Cathleya Birqi Sabrina, siswi kelas X SMKN 1 Cimahi yang tergabung dalam Pramuka Peduli Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kota Cimahi.
Baca Juga:Canangkan Angkutan Tambang Dibawa Kereta, Pemkab Bogor Sebut Agar Tak Bebani Jalan RayaPemerintah Klaim Angka Pengangguran Turun Signifikan pada Agustus 2025, Benarkah?
Di usianya yang masih sangat muda, ia telah menapaki jalan yang tidak banyak dipilih teman sebayanya, menjadi bagian dari garda kemanusiaan yang siap siaga di garis depan ketika bencana melanda.
Ditemui Jabar Ekspres usai mengikuti apel kesiapsiagaan BPBD Kota Cimahi di Lapangan Pemerintah Kota Kamis (6/11/2025). Dengan raut wajah tenang namun sorot mata penuh semangat, ia bercerita tentang alasan di balik keputusannya menjadi relawan muda.
“Izin menjawab,” ucapnya sopan. “Alasan saya ikut kegiatan ini karena saya merasa, walaupun perempuan, tidak menutup kemungkinan untuk ikut turun langsung membantu. Apalagi saya masih muda, belum punya tanggung jawab berat. Jadi kalau punya jiwa sosial tinggi, rasanya mengganggu kalau cuma diam saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Baginya, membantu sesama adalah panggilan hati. Menurutnya, dengan turun ke masyarakat langsung, itu bisa melegakan rasa khawatir.
“Apalagi terhadap orang di sekitar kita,” tambahnya lirih, menandakan kedewasaan yang melampaui usianya.
Cathleya mengaku baru resmi bergabung di Pramuka Peduli pada awal tahun 2025, meski ia sudah mengenal para seniornya sejak lama.
“Baru jadi anggota aktifnya itu awal tahun ini,” katanya.
Saat ditanya bagaimana tanggapan orang tuanya, Cathleya tersenyum.
Baca Juga:Program Speling Efektif untuk Skrining Penderita Tuberkulosis di Jawa TengahMenkeu Purbaya Bakal Legalkan Rokok Ilegal Mulai Desember: Saya Tidak Mau Rugi!
“Alhamdulillah orang tua mendukung. Ayah juga dulu pernah gabung di UNICEF, jadi sejalur sama orang tua. Mereka percaya karena setiap kegiatan selalu dalam pantauan kakak pembina, dan selalu ada komunikasi ke rumah,” jelasnya.
Dukungan keluarga menjadi modal penting bagi remaja sepertinya untuk tetap kuat dalam kegiatan yang tidak jarang berhadapan dengan situasi berisiko tinggi.
