JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengungkapkan bahwa hasil tambang di wilayah Bogor Barat dapat diangkut menggunakan kereta.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Bambam Setia Aji di Bogor.
Saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut terkait angkutan tambang menggunakan kereta.
Baca Juga:Kades Cikuda Parungpanjang Ditahan, Pemkab Bogor Siapkan Regulasi Sesuai Perbup 66 Tahun 2020Demul Batasi Tambang Parungpanjang hingga Akhir 2025, Produksi Dipangkas 50 Persen
Diketahui, Pemkab Bogor akan mengusulkan stasiun baru di wilayah Jasinga dengan menyambungkan dari Stasiun Tenjo-Jasinga atau Parungpanjang-Jasinga.
Usulan tersebut, lanjut Bambam, akan disampaikan kepada Kementerian Perhubungan mengenai penambahan stasiun di wilayah Jasinga.
“Apalagi kalau Parungpanjang-Jasinga bisa selain buat jalur orang direncanakan juga nanti angkutan tambang atau kereta api untuk angkutan tambang bisa lewat situ,” kata Bambam, Kamis (6/11/2025).
Langkah tersebut, lanjut dia, dilakukan agar aktivitas tambang tidak terlalu membebani dan merusak jalan raya.
Kendati begitu, pengusulan untuk Stasiun Jasinga itu diproyeksikan selama lima tahun ke depan. “Tapi ini kan projecting-nya 5 tahun kedepan,” jelasnya.
Bambam mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut perihal Stasiun Jasinga. Ia berharap, dengan adanya Stasiun baru di Kabupaten Bogor dapat mempercepat kemajuan pembangunan di Kabupaten Bogor.
“Iya kita usulkan, kaji dulu, mudah-mudahan sih kalau versi kita Kabupaten Bogor itu akan lebih cepat kemajuan pembangunan di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
