JABAR EKSPRES – Viralnya video keributan di Jalan Ibu Ganirah, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Sabtu malam, 1 November 2025, sempat memicu kepanikan publik.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat sekelompok pemuda mengeroyok seseorang di pinggir jalan. Sebagian terlihat membawa senjata tajam, bahkan benda yang menyerupai senjata api.
Namun, di balik hiruk-pikuk dunia maya, polisi mengungkap fakta berbeda. Bukan begal, bukan pula aksi kriminal jalanan terencana. Yang terjadi hanyalah amarah yang meledak akibat persoalan pribadi.
Baca Juga:Irjen Pol Rudi Setiawan Resmi Menyandang Gelar Doktor di UNAIRUlang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog Muda
Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Yudhi Haryanto, menegaskan bahwa insiden tersebut murni dipicu urusan pribadi yang berujung pada kekerasan.
“Kejadian ini berawal dari masalah pribadi antara pelaku A dan F,” ujar AKP Yudhi Haryanto saat ditemui di Mapolsek Cimahi Selatan, Selasa, 4 November 2025.
Menurut Yudhi, perselisihan antara keduanya sudah terjadi sejak seminggu sebelum peristiwa. Saat itu, F meminta uang kepada A, namun tak dipenuhi. Ketegangan pun tersimpan hingga akhirnya meledak pada malam kejadian.
“Pada Sabtu malam itu, A mendatangi F untuk menyelesaikan masalah. Keributan pun pecah di lokasi. Adam dan R yang masih satu keluarga terlibat di dalamnya,” jelasnya.
Bentrok tersebut kemudian terekam warga dan cepat menyebar di media sosial. Publik yang menonton video itu menduga terjadi aksi pembegalan brutal. Padahal, kata polisi, itu murni pertikaian pribadi yang kebetulan berlangsung di ruang terbuka.
Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa sebelum kejadian utama, pelaku sempat terlibat dalam tindak penganiayaan lain di sebuah rental PlayStation (PS).
“Saat pelaku akan menuju pedagang bakso ikan, dia diserempet seseorang. Dalam kondisi mabuk, pelaku kemudian mampir ke tempat rental PS dan memukuli dua anak di bawah umur menggunakan helm dan tangan kosong,” ungkap Yudhi.
Baca Juga:Buka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai SaksiDugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara
Akibat kejadian itu, dua remaja berusia 16 dan 17 tahun mengalami luka serius.
“Salah satu korban mengalami luka di pelipis hingga membutuhkan tiga jahitan, serta memar di paha,” ujar Yudhi menambahkan.
Isu lain yang mencuat di media sosial adalah dugaan adanya senjata api dalam perkelahian itu. Polisi memastikan kabar tersebut tidak sepenuhnya benar.
