Dalam beberapa unggahan media Korea, warganet juga menyoroti pilihan Jisoo yang dianggap “low-key but meaningful”. Ia tak hanya membawa oleh-oleh, tapi juga membawa identitas budaya Indonesia ke panggung global.
Kisah Jisoo dan Pikachu Batik ini menunjukkan bagaimana kekuatan budaya pop bisa memperluas jangkauan produk lokal. Ketika seorang figur global menyentuh karya kecil dari Indonesia, efeknya bisa sangat besar bukan hanya meningkatkan penjualan, tapi juga membuka jalan bagi promosi budaya.
Batik yang selama ini dianggap tradisional kini hadir dalam bentuk baru: lucu, modern, dan universal. Pikachu Batik menjadi ikon kecil persahabatan antara Indonesia dan dunia, membuktikan bahwa warisan budaya bisa hidup di tengah tren global.
Baca Juga:5 Motor Listrik Mirip Vespa Paling Stylish dan Irit di 202510 Daftar Teh Herbal dan Infused Water Hangat yang Jadi Alternatif Sehat di Musim Hujan!
Momen Jisoo BLACKPINK membawa Pikachu Batik usai konser “DEADLINE” di Jakarta bukan hanya cerita viral biasa. Ia adalah simbol dari keindahan budaya, penghargaan terhadap karya lokal, dan bukti bahwa harga tak menentukan nilai.
Dengan harga sekitar Rp200 ribuan, gantungan kecil itu kini jadi simbol kebanggaan bagi penggemar dan masyarakat Indonesia. Dari tangan pengrajin sederhana, Pikachu Batik kini terbang ke Korea, dan dikenal di seluruh dunia berkat satu gesture manis dari Jisoo.
Sebuah kisah sederhana yang membuktikan: produk lokal bisa mendunia asal dibuat dengan hati.
