Menurut Subaryo, hal ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus perwujudan nilai tolong-menolong sebagaimana semangat yang diusung program Poe Ibu.
“Insyaallah, dari kebersamaan inilah keberkahan muncul, dan mungkin sekolah kami terus maju karena budaya saling membantu itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Subaryo menyampaikan bahwa seluruh guru dan karyawan di SMK Pasundan 3 Cimahi dengan ikhlas menyisihkan 2,5 persen dari penghasilan mereka setiap bulan untuk membantu peserta didik yang membutuhkan.
Baca Juga:Dari Moral ke Birokrasi: Tantangan Mewujudkan Gotong Royong dalam “Sapoe Sarebu”Rereongan Sapoe Sarebu Siap Diterapkan di Cimahi, Ngatiyana: Kita Mulai dari ASN Dulu
Dana tersebut dikelola oleh lembaga khusus di luar struktur sekolah dan disalurkan dalam tiga tahap setiap tahun ajaran.
“Alhamdulillah, semangat ini tidak mengurangi rezeki kami, justru semakin menambah keberkahan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, 2,5 persen dana itu sepenuhnya diperuntukkan bagi beasiswa, tidak digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan lain.
Sementara program umrah merupakan bentuk apresiasi dari pihak sekolah kepada guru dan karyawan yang berprestasi, tanpa menggunakan dana beasiswa.
“Angkanya ada sekitar 45 siswa penerima beasiswa per periode, dengan nama-nama penerima yang berganti setiap tahunnya. Ke depan, kami berharap jumlah penerimanya bisa meningkat dan cakupannya lebih luas,” tutur Subaryo.
Selain menumbuhkan solidaritas sosial, SMK Pasundan 3 Cimahi juga terus berinovasi dalam pengembangan akademik. Sekolah ini meluncurkan buku hasil kolaborasi antara dua negara, Indonesia dan Malaysia, sebagai bagian dari kerja sama internasional di bidang pendidikan.
“Tentu ke depan kami akan mengembangkan lagi buku itu, termasuk buku-buku bertema kesundaan, serta terus melibatkan para siswa dalam kegiatan internasional antara Malaysia dan Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga:Rawan Disalahgunakan, Fortusis Jabar Soroti Gerakan Rereongan Sapoe SarebuFraksi PPP Sorot Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu, Terlalu Dipaksakan!
Melalui berbagai program tersebut, Subaryo berharap agar seluruh peserta didik dapat terus meningkatkan kualitas diri dan memanfaatkan setiap peluang pengembangan.
“Kami berharap para siswa terus menambah kualitasnya dengan mengikuti program-program yang ada di sekolah, sehingga mereka bisa memperluas jejaring di tingkat internasional maupun industri,” tandasnya. (Mong)
