JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan analksa mengenai musim kemarau, khususnya untuk wilayah Provinsi Jawa Barat pada pertengahan Juni 2026.
Plt Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Edi Wibowo mengatakan, pada dasarnya musim kemarau di Jawa Barat untuk periode pertengahan Juni 2026 belum merata.
“Sebagian wilayah sudah masuk kemarau, sebagian lainnya masih mengalami pola musim hujan,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga:3 Bangunan Ruko Terbakar di Ciomas Bogor, Kerugian Ditaksir Capai 700 JutaBPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Wilayah Jawa Barat, dijelaskan Edi, terdapat 41 zona musim (ZOM). Adapun kondisi saat ini, 20 ZOM sudah memasuki musim kemarau, 20 ZOM masih musim hujan dan 1 ZOM merupakan tipe satu musim.
Menghadapi musim kemarau tahun ini, masyarakat direkomendasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan waduk dan bendungan.
Selain itu, perlu dilakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi embung atau tampungan air.
Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat, perlu juga untuk menghemat air.
Pada sektor pertanian, diimbau agar petani dapat menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari menanam saat puncak kemarau.
Gunakan varietas tanaman yang tahan kering atau beralih ke komoditas palawija. Optimalisasikan juga irigasi yang hemat air.
Musim kemarau cukup kering dan berpotensi panjang juga perlunya kewaspadaan ancaman bencana.
Baca Juga:Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Dinamika Sosial Keagamaan di Tasikmalaya Rentan Konflik, Penyuluh dan Penghulu Diminta Aktif Deteksi Dini
Oleh karena itu, diimbau agar semua pihak terkait untuk siap menghadapi kekeringan dan kebakaran hutan. Tak kalah penting, saat musim kemarau, masyarakat diimbau menjaga kesehatan.
“Dari hasil analisa, presentasenya 49 persen sudah masuk musim kemarau, 49 persen masih musim hujan dan tipe satu musim 2 persennya,” jelas Edi.
Dia menyampaikan, berdasarkan analisa BMKG Stasiun Geofisika Bandung pada update Dasarian II Juni 2026, musim kemarau di Jawa Barat belum berlangsung merata.
“Kondisi ini menunjukkan peralihan musim di Jawa Barat masih berlangsung secara bertahap,” pungkas Edi. (Bas)
