Perang Berdarah di Rio de Janeiro, Banyak Mayat Tergeletak Saat Polisi Brazil Acak-acak Markas Geng Narkoba

Perang Berdarah di Rio de Janeiro, Banyak Mayat Tergeletak Saat Polisi Brasil Acak-acak Markas Geng Narkoba
Perang Berdarah di Rio de Janeiro, Banyak Mayat Tergeletak Saat Polisi Brasil Acak-acak Markas Geng Narkoba
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rio de Janeiro berubah menjadi medan perang setelah polisi Brazil menggelar operasi besar-besaran melawan geng narkoba terbesar di negara itu, Comando Vermelho (Komando Merah).

Dalam aksi baku tembak brutal yang berlangsung di dua permukiman kumuh (favela), sedikitnya 64 orang dilaporkan tewas, termasuk empat petugas kepolisian.

2.500 Polisi Dikerahkan, Kota Jadi Zona Perang

Dilansir dari AFP (30/10/2025), sebanyak 2.500 aparat bersenjata lengkap dikerahkan dalam operasi yang disebut paling masif sepanjang sejarah Negara Bagian Rio de Janeiro.

Baca Juga:Moto X70 Air Resmi Meluncur! Ponsel Setipis Pensil yang Siap Saingi iPhone Air dengan Harga Lebih MurahGeger Awan Hitam Beterbangan di Subang, Awan Kinton?

Pasukan gabungan itu menggunakan kendaraan lapis baja, dua helikopter tempur, dan drone pengintai untuk mengepung kawasan Complexo da Penha dan Complexo do Alemao, dua basis utama jaringan narkoba di utara kota.

Suara tembakan menggema di sekitar bandara internasional Rio, sementara asap tebal membumbung dari sejumlah titik.

Warga yang panik berlarian mencari perlindungan, dan toko-toko terpaksa menutup pintu demi keselamatan.

“Kami melihat drone milik geng menjatuhkan bom ke arah polisi. Ini baru pertama kali terjadi,” ungkap seorang warga Penha.

64 Orang Tewas dalam Penggerebekan Markas Geng Narkoba di Brazil

Menurut Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, operasi ini dilakukan untuk menghentikan ekspansi Comando Vermelho, geng kriminal paling berpengaruh di Brazil yang menguasai perdagangan narkoba di banyak favela.

Castro menyebut 60 anggota geng berhasil dilumpuhkan, sementara empat polisi gugur dalam baku tembak sengit yang berlangsung selama berjam-jam.

“Ini adalah operasi terbesar dalam sejarah negara bagian kami,” ujar Castro. “Kami tidak akan membiarkan kelompok kriminal bersenjata menguasai wilayah Rio.”

Namun di balik keberhasilan itu, pemandangan pasca-operasi sangat mengerikan.

Baca Juga:Kenapa Pembatalan Kelulusan PPPK Paruh Waktu 2024 Dilakukan? Ini Alasan BKNViral! Gara-Gara Tatapan Mata, Geng Motor Zestier Ngamuk dan Serang Gym di Bandung

Warga Vila Cruzeiro di kawasan Penha membariskan lebih dari 40 jenazah di lapangan umum, sebagian besar korban pertempuran yang terjadi sejak pagi.

Meskipun penggerebekan di favela bukan hal baru, skala dan jumlah korban kali ini mencetak rekor baru.

Sebelumnya, operasi paling mematikan terjadi pada 2021 dengan 28 korban jiwa.

Dalam aksi kali ini, polisi bahkan mengerahkan 12 kendaraan pembongkar untuk menghancurkan barikade beton yang dibangun geng agar pasukan sulit masuk ke jalan-jalan sempit di permukiman padat tersebut.

0 Komentar