Pemerintah Brazil menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari “Operacao Contencao” (Operasi Penahanan), langkah strategis untuk menekan dominasi Comando Vermelho di wilayah utara Rio yang strategis bagi perdagangan narkoba.
Favela-favela di Rio de Janeiro, yang dulunya merupakan kawasan padat masyarakat kelas pekerja, kini banyak berubah menjadi basis operasi geng kriminal bersenjata.
Mereka mengontrol peredaran narkoba, pemerasan, dan logistik ilegal dengan struktur organisasi yang mirip militer.
Baca Juga:Moto X70 Air Resmi Meluncur! Ponsel Setipis Pensil yang Siap Saingi iPhone Air dengan Harga Lebih MurahGeger Awan Hitam Beterbangan di Subang, Awan Kinton?
Kawasan ini juga dikenal sulit dijangkau aparat karena medan yang sempit dan padat penduduk, menjadikannya “benteng alami” bagi jaringan kriminal.
“Sering kali kami harus berhadapan dengan geng bersenjata lengkap, bukan hanya pengedar kecil,” kata salah satu petugas dalam laporan AFP.
Kendati disebut sukses, banyak pihak mempertanyakan efektivitas operasi besar-besaran ini.
Para pengamat menilai, aksi polisi sering kali berujung pada banyak korban sipil, sementara geng-geng besar tetap bertahan karena memiliki jaringan finansial dan politik yang luas.
Namun, Pemerintah Brazil menegaskan bahwa tindakan keras seperti ini tetap diperlukan untuk mengembalikan kendali negara atas wilayah yang dikuasai geng narkoba.
