Dishub Bandung Uji Coba Angkot Listrik untuk Peremajaan Armada

Dishub Bandung Uji Coba Angkot Listrik untuk Peremajaan Armada
Ilustrasi: Petugas penguji dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melihat angkot listrik pintar yang diproduksi oleh perusahaan karoseri PT Marlip Indo Mandiri saat diperkenalkan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung, Gedebage, beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mulai menguji coba angkutan kota listrik bernama Angklung (Angkutan Kota Listrik untuk Bandung) di rute Gunung Batu-Stasiun Bandung, pada Selasa (28/10) malam kemarin.

Uji coba dilakukan untuk melihat respons masyarakat sekaligus menilai efektivitas operasional sebelum diperluas. Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan tahapan awal akan dimulai dalam waktu dekat.

“Kita uji coba dulu sejauh mana respon dari masyarakat. Mungkin dalam waktu dekat ini kita mulai di rute Gunung Batu-Stasiun,” katanya di Kiara Artha Park, Selasa (28/10) malam.

Baca Juga:Uji Coba Angkot Listrik, Mulai Melayani Jalur Gunung Batu-Stasiun BandungSkema Angkot Pintar Masih Belum Rampung, Kajian Mobil Listrik Baru Uji Coba?

Menurut dia, angkot listrik menjadi bagian dari upaya menyegarkan layanan transportasi publik yang saat ini sebagian besar armadanya sudah menua.

Produk ini dibangun oleh produsen dalam negeri dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen. Kapasitasnya 14 penumpang dan 1 sopir, dilengkapi AC dan WiFi. Ke depannya, kendaraan juga akan terhubung dengan aplikasi digital yang menampilkan posisi armada secara real-time.

“Kami ingin lihat sejauh mana tanggapan masyarakat, karena kondisi angkot kita sekarang memang sudah cukup lama. Ini bagian dari upaya peremajaan dan peningkatan kualitas layanan,” tandasnya.

Angkot listrik yang diuji coba ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dengan PT Marlip Indo Mandiri. Dengan kecepatan maksimal 80 kilometer per jam, kendaraan ini dirancang untuk kebutuhan dalam kota. Pengoperasiannya lebih efisien karena tak memerlukan bahan bakar minyak dan pelumas.

Dari sisi biaya operasional, angkot konvensional bisa menghabiskan sekitar Rp120 ribu per hari untuk BBM, sedangkan angkot listrik ini hanya sekitar Rp20 ribu untuk satu kali pengisian daya yang dapat menempuh 200 kilometer. Pajak tahunannya juga lebih murah, hanya Rp20 ribu untuk STNK.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut hadirnya Angklung menjadi bagian dari reformasi besar sistem angkutan umum. “Ini merupakan bentuk inovasi baru yang kita jalankan,” ujarnya.

“Memang belum sempurna, tapi kira-kira inilah salah satu bentuk hardware dari kendaraan angkot masa depan,” sambungnya.

0 Komentar