Faktor Ekonomi Jadi Alasan Marak Timbulnya Kenakalan Remaja

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Marak Timbulnya Kenakalan Remaja
Ilustrasi kenakalan remaja. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jawa Barat masih dinilai abai terhadap hak-hak anak. Sehingga potensi timbulnya kenakalan remaja pun cukup besar terjadi.

Peneliti Pusat Riset Gender dan Anak sekaligus Ketua Pencegahan serta Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dari Universitas Padjajaran (Unpad), Antik Bintari mengatakan, sudah jadi kewajiban pemerintah kabupaten/kota termasuk Pemprov Jabar untuk bisa memenuhi hak-hak anak.

“Itu kan keharusan, kewajiban setiap daerah. Ada Undang-Undang Perlindungan Anak, sebelum perda-perda di kabupaten-kota, levelan peraturan daerah, dia kan contohnya Undang-Undang Perlindungan Anak,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (24/10).

Baca Juga:Kenakalan Remaja hingga Tawuran Masih Terjadi, Pemerhati Sebut Pemerintah Belum Bisa Penuhi Hak AnakBukan Sekadar Pencari Nafkah, Peran Ayah Krusial Cegah Kenakalan Remaja!

Antik menerangkan, jika merujuk pada Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, terdapat ketentuan yang harus dilakukan pemerintah guna menciptakan daerah ramah anak.

“Nah itu kan ada di ketentuan umumnya, orang seringkali lupa, orang banyak menuntut anak untuk menjadi baik, tapi orang lupa untuk menjadi baik itu harus dipenuhi haknya gitu kan analoginya,” terangnya.

Dijelaskan Antik, pemerintah kerap membuat kebijakan yang mengatur aktivitas anak-anak khususnya di kalangan pelajar sekolah.

“Kita pengen anak kita baik nih, anak kita baik itu kan kalau dipenuhi haknya gitu loh kan,” jelasnya.

Menurut Antik, selama ini pemerintah hanya sebatas mengeluarkan kebijakan dalam mengatur anak-anak, sedangkan pengkajian dan perhatian terhadap hak anak masih diabaikan.

“Kalau saya melihatnya, segala sesuatu kebijakan itu seringkali tiba-tiba shortcut. Dia nggak melihat hulu-hilirnya gitu,” bebernya.

Antik memaparkan, idealnya pemerintah sebelum mengeluarkan kebijakan dalam mengatur anak-anak, perlunya melihat sisi lain terkait faktor apa saja yang mempengaruhi anak untuk berbuat kenakalan.

Baca Juga:Farhan Dukung Pendidikan Militer, Psikolog: Harus Ada Kategori Kenakalan Remaja Dulu!Tekan Angka Kenakalan Remaja, Satpol PP Kota Bogor Luncurkan Program Skuter di Lingkungan Sekolah

“Sebelum anak itu nakal, apa sih yang kemudian tidak terfasilitasi sehingga dia “nakal” dalam bahasa kita itu ya,” paparnya.

Antik menuturkan, level ekonomi masyarakat pun menjadi salah satu faktor besar alasan anak berpotensi melakukan kenakalan remaja.

Pasalnya, didikan orangtua tak maksimal bahkan kerap terjadi kekerasan di rumah tangga, sehingga membuat anak merasa kurang perhatian dan minim fasilitas atas hak yang dibutuhkan.

“Anak orang kaya, kasus tawurannya banyak nggak? Gitu aja kan. Jam 3 dengan les-les segala macam, kalau nanti liburan keluar beraktivitas. Nggak ada waktu kosong untuk mencoba hal-hal yang aneh ya,” tutur Antik.

0 Komentar