BANDUNG – Badan Pengelola Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati (BP Rebana) gencar mempromosikan kawasan industri strategisnya kepada investor Malaysia. Tawaran itu disampaikan dalam Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang digelar di Kota Bandung.
Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, mengatakan forum bisnis tersebut menjadi momentum krusial untuk menarik investasi ke Rebana Metropolitan. Kawasan ini dinilai memiliki prospek sangat menjanjikan bagi investor regional.
“Kerjaan utama saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Responsnya luar biasa positif. Tinggal bagaimana kami menindaklanjuti dengan memangkas birokrasi, mempermudah perizinan, dan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten,” ujar Helmy di Bandung, Sabtu (11/7/2026) lalu.
Baca Juga:Stiker Kaca Bandung: Kualitas Premium Harga MerakyatAntusiasme Tinggi! Ribuan Pelari Banjiri MILO Run Bandung 2026
Rebana Metropolitan membentang di tujuh kabupaten dan satu kota dengan total populasi sekitar 10 juta jiwa. Kawasan ini memiliki empat kawasan industri seluas sekitar 43 ribu hektare. Saat ini tingkat keterisiannya masih di bawah 10 persen, sehingga peluang investasi masih terbuka sangat lebar. “Kami masih memiliki potensi investasi yang sangat besar. Investor bisa masuk di berbagai sektor unggulan,” tegas Helmy.
Ia menjelaskan Rebana menjadi salah satu koridor ekonomi paling siap berkembang di Indonesia. Dukungan infrastruktur kelas dunia seperti Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan tol yang terintegrasi menjadi nilai jual utama.
Jawa Barat sendiri tetap menjadi provinsi tujuan investasi terbesar di Indonesia. Dengan penduduk lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja mencapai 26 juta orang, provinsi ini memiliki daya tarik yang kuat. Pada 2025, nilai ekspor Jawa Barat mencapai sekitar 38,45 miliar dolar AS. Helmy optimistis angka tersebut bisa naik signifikan melalui kerja sama yang lebih erat dengan Malaysia.
Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato’ Ts. Saipolyazan M Yusop, menegaskan Indonesia adalah mitra ekonomi strategis Selangor untuk memperkuat pertumbuhan ASEAN. Menurutnya, potensi kolaborasi kedua wilayah sangat luas, meliputi energi terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan. “Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin menembus pasar Malaysia dan kawasan ASEAN lebih luas,” katanya.
