JABAR EKSPRES – Kasus kebakaran rumah di Kabupaten Tasikmalaya kembali terjadi dalam dua hari berturut-turut. Setelah sehari sebelumnya sebuah rumah milik lansia di Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya, ludes dilalap api, kini musibah serupa menimpa warga Kampung Tonjong RT 001/RW 001, Desa Tanjungsari, Kecamatan Salawu, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Rumah semi permanen berukuran 6×8 meter milik Ibu Euner (84), yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa, habis terbakar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu ledakan tabung gas di bagian dapur rumah.
Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pihaknya langsung melakukan assessment untuk pendataan serta penanganan pascakebakaran bersama unsur terkait.
Baca Juga:Rumah Milik Lansia di Cibalanarik Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting ListrikBentuk Karakter Anak Lewat Sepak Bola, McDonald’s Indonesia Gelar Football Clinic bersama Coach Indra Sjafri
“Berdasarkan hasil assessment, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun rumah beserta seluruh isinya habis terbakar dengan estimasi kerugian sekitar Rp50 juta,” kata Jembar, Senin (20/7/2026).
Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui setelah warga melihat pantulan cahaya dari arah rumah korban. Saat diperiksa, muncul asap dan percikan api dari bagian dapur yang berdinding anyaman bambu. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas, sebelum api dengan cepat membakar seluruh bangunan.
Warga berupaya memadamkan api secara manual menggunakan air dari kolam di sekitar lokasi. Meski sempat terkendala angin kencang yang membuat kobaran api cepat membesar, kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan berkat gotong royong masyarakat.
Jembar menuturkan, peristiwa di Salawu menjadi kejadian kebakaran kedua dalam dua hari terakhir di Kabupaten Tasikmalaya. Sebelumnya, pada Minggu dini hari, rumah milik seorang lansia di Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya, juga ludes terbakar akibat dugaan korsleting listrik.
Menurutnya, rentetan kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim kemarau yang menyebabkan kondisi lingkungan lebih kering sehingga api lebih mudah membesar.
“Musim kemarau membuat potensi kebakaran meningkat. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor maupun peralatan listrik. Pastikan regulator dan selang gas dalam kondisi baik, matikan kompor setelah digunakan, serta cabut peralatan listrik yang tidak diperlukan untuk menghindari korsleting,” ujar Jembar.
