JABAR EKSPRES – Satu unit truk tronton tak kuat menanjak di Jalan Raya Simpang-Parakanmuncang, tepatnya di wilayah Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.
Seorang warga di lokasi, Dani (43) mengatakan, truk tronton tersebut sempat melaju namun akhirnya tak kuat menanjak sekira pukul 18.30 WIB pada Senin (28/9/2026).
“Tadi sempat mencoba naik cuman enggak kuat, akhirnya direm. Tapi gak lama mesin truknya mati,” katanya kepada Jabar Ekspres.
Baca Juga:Terminal LNG PT Perta Arun Gas Menjadi Pusat Baru Bisnis Gassing Up and Cooling Down Bagi Kapal LNG di AsiaKemenkes Janjikan 40 Unit X-Ray Mobile untuk Kabupaten Tasikmalaya, Disebar ke Semua Kecamatan
Dijelaskan Dani, truk tronton dengan bobot muatan sekira 25 ton itu, sempat mundur dengan jarak sekira lima meter setelah mesin mati dan membuat rem angin kendaraan tidak berfungsi.
Pantauan Jabar Ekspres, kendaraan berwarna oren dengan nomor Polisi E-9550-AC itu, berhenti total tepat di tanjakan dan posisi jalan berbelok.
Truk tronton terhatan menggunakan ganjalan batu, kemacetan pun tak terindahkan dengan panjang sekira mencapai 200 meter dari arah Parakanmuncang. Warga setempat mencoba membantu dengan mengatur arus lalu lintas.
Setiap kendaraan yang hendak menuju Parakanmuncang maupun ke simpang, dilakukan secara bergilir alias buka turup jalur.
Informasi yang dihimpun di lokasi, truk tronton tersebut rencananya hendak menuju Babakan Ciparay, namun salah mengambil jalur menggunakan rute Jalan Raya Simpang-Parakanmuncang, yang mana treknya menanjak cukup terjal dan berbelok.
Sampai sekira pukul 19.17 WIB, satu anggota kepolisian terlihat mencoba mengamankan lokasi, mengatur laju arus lalu lintas sambil mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati.
Dani berpesan, kepada pengemudi kendaraan truk sumbu tiga, untuk tidak memaksakan diri melaju melintasi Jalan Raya Simpang-Parakanmuncang.
Baca Juga:Temui Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran dan Ahmad Luthfi Serap Aspirasi WargaDorong Ketahanan Energi Nasional, SAKA Tajak Sumur Eksplorasi SM-1 di WK Pekawai
“Soalnya ini jalurnya menanjak, khawatirnya tidak kuat menanjak dan malah mundur lagi,” imbuhnya.
“Harapannya supaya kendaraan besar jangan lewat sini, disarankan lebih baik memutar jalur saja demi kepentingan dan keselamatan bersama,” pungkas Dani. (Bas)
