Kelewatan! Siswa SDN 216 Sondariah, Kota Bandung Dipekerjakan Antar Ompreng MBG

Beberapa siswa SDN 216 Sondariah, Kel. Rancapanumpang, Kec. Gedebage terlihat berjalan kaki dengan membawa wad
Beberapa siswa SDN 216 Sondariah, Kel. Rancapanumpang, Kec. Gedebage terlihat berjalan kaki dengan membawa wadah ompreng MBG
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Beberapa siswa SDN 216 Sondariah, Kel. Rancapanumpang, Kec. Gedebage terlihat berjalan kaki dengan membawa wadah ompreng bekas Makan Bergizi Gratis ( MBG ) untuk di kumpulkan di Kantor Kelurahan.

Seharusnya tugas tersebut sudah menjadi tanggung jawab Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun pada kenyataannya para siswa ditugaskan untuk mengantar peralatan ompreng ke kantor Keluarahan.

Phak SPPG seharusnya bertanggung jawab penuh untuk memiliki tenaga kerja dan mengantar MBG sampai ke sekolah untuk siswa.

Baca Juga:BIJB Kertajati Terus Grogoti APBD, Penyertaan Modal Rp 150 Miliar Kembali Dikucurkan!Pendapatan Parkir Dishub Kota Bandung Jeblok, Target Rp 33,7 M, Realisasi Cuma Rp 9,6 M!

Para siswa terpaksan harus berjalan kaki membawa peralatan ompreng yang sudah terikat tali rapiah dengan jarak sekita 200 meter.

Praktik ini sudah sangat jelas melanggar aturan dengan mempekerjakan siswa. Terlebih pata murid SDN 216 Sondariah sedang dalam kegiatan belajar.

Berdasarkan pengakuan salah seorang siswa, tugas membawa peralatan ompreng ke Kelurahan Rancapanumpang diperintahkan oleh guru.

“Saya di suruh guru walikelas untuk bawa wadah makan ini ke sini,’’ ucap salah satu siswa yang sedang bawa peralatan Ompreng.

Ketika ditanya mengenai makanan MBG yang disajikan, siswa tersebut mengaku bahwa menunya sangat enak dan selalu habis dimakan.

‘’Makanan enak tadi menunya pake hamburger ada buahnya saya makan habis, “ucap murid SDN Sondariah.

Sementara itu, salah satu guru SDN Sondariah bernama Vita ketika dikonfirmasi terkait para siswa yang berjalan kaki menbawa peralatan ompreng menjawab dengan nada ketus.

Baca Juga:Dugaan Instruksi Jual Buku Karya Kadisdik Jabar Merebak!Generali Indonesia Gelar Boardgame Land untuk Ciptakan Ketahanan Keluarga

Menurutnya, murid disuruh bawa wadah makanan peralatan ompreng karena kondisi sekolah sedang di renovasi.

Vita beralasan, pihak SPPG tidak bisa diantar secara langsung. Sehingga harus diantar dan dikumpuljan di halaman Kelurahan Rancapanumpang.

“Tau gak masalahnya sekolah sedang direhab, jadi tidak bisa ngambil terpisah, jadi di kumpulkan dulu disini, murid bawa wadahnya ke sini,’’ ujar Vita.

Vita mengatakan, peralatan Ompreng dikumpulkan untuk meminimalisir terjadi kehilangan. Sebab, ketika MBG dibagikan wadah ompreng jadi tanggung jawab pihak sekolah.

“Jadi jangan sampai hilang dan itu sudah kesepakatan, makanya wadah bekas makannya di kumpulkan ke sini sama siswa atau wali muridnya dan ini sudah jadi kesepakatan, ” cetus Vita dengan sikap ketus. (yan).

0 Komentar