5 Bulan Berlalu! Pemkab Bandung Tak Kunjung Perbaiki Jembatan di Cimaung yang Ambruk!

Jembatan Penghubung di Cimaung Roboh Sejak Mei, Belum Diperbaiki Pemkab Bandung
Warga saat melintasi jembatan sementara di samping jembatan yang roboh Kampung Hegarmanah, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Foto Agi/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jembatan penghubung di Kampung Hegarmanah, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, ambruk sejak akhir Mei 2025.

Meski menjadi akses utama warga, hingga kini perbaikan permanen belum juga terealisasi, membuat masyarakat terjebak dalam kesulitan.

Ketua RW 1 Kampung Hegarmanah, Nurjana (45), menjelaskan jembatan itu roboh pada malam 26 Mei 2025 setelah dilintasi truk pengangkut pasir yang masuk ke dalam struktur jembatan dan membuatnya runtuh.

Baca Juga:Gattuso Siap Angkat Kaki dari Timnas Italia Jika Gagal ke Piala Dunia 2026Erick Thohir Minta Dua Hari Sebelum Buka Suara Soal Nasib Pelatih Timnas

“Truk-nya sampai masuk ke dalam dan nyangkut di situ. Waktu itu langsung ambruk,” kata Nurjana, saat ditemui di lokasi, Jumat (17/10/2025).

Jembatan yang sudah berumur itu memang rentan karena tidak memiliki penguat besi di bagian bawah. Struktur penopangnya hanya berupa tumpukan batu dan gorong-gorong lama yang terkikis aliran sungai besar di bawahnya.

“Ini bangunan lama, belum ada tahanan besinya. Kena kikisan air terus, lama-lama ambruk,” ujar dia.

Pasca kejadian, warga pun membangun jembatan darurat secara swadaya dua hari kemudian, tepatnya 28 Mei 2025, agar akses tidak terputus.

“Kebetulan ini jalur anak sekolah juga. Banyak siswa dari Desa Cimaung, Sukamaju, dan Warjabakti yang lewat sini ke SMP Negeri di seberang. Kalau muter, bisa sampai tiga kilometer lebih,” jelasnya.

Selain itu, jalur tersebut juga penting bagi para petani di wilayah setempat.

“Mayoritas warga di sini petani. Mobil pengangkut hasil kebun biasanya lewat sini. Sekarang harus nurunin barang di seberang, diangkut lagi pakai motor,” tuturnya.

Baca Juga:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand NasionalPSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026

Nurjana mengaku pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada pemerintah desa dan kabupaten, serta sempat dikunjungi oleh dinas terkait. Namun, hingga kini belum ada kepastian realisasi perbaikan permanen.

“Kalau yang dari dinas sudah sempat datang, tapi belum ada tindak lanjut. Kami berharap segera diperbaiki, karena sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Saat ini, sekitar 200 kepala keluarga atau 630 jiwa di RW 1 Kampung Hegarmanah terdampak langsung akibat terputusnya jembatan penghubung antar desa tersebut.

Hal senada disampaikan Asep Yogi (52), Ketua RT 1 Kampung Hegarmanah. Ia menambahkan bahwa PUPR Kabupaten Bandung sudah mengetahui adanya kerusakan jembatan sejak 10 Mei 2025, atau dua minggu sebelum jembatan ambruk.

0 Komentar