JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hailuki, menanggapi kasus viral warga Solokanjeruk yang terpaksa mengantarkan pasien ke rumah sakit menggunakan odong-odong.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan meminta pemerintah desa memastikan ambulans desa benar-benar siap siaga melayani warga.
“Ke depan saya harap jangan terulang lagi cerita seperti ini. Karena sesuai namanya, ambulans desa adalah mobil siaga yang berarti sigap melayani warga,” ujar Hailuki, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga:Viral Pasien Dibawa Pakai Odong-odong, Dinkes Kabupaten Bandung Tegaskan Layanan Ambulans Gratis 24 JamKasus Ambulans Hanya Ganti SOP, Karang Taruna Neglasari Desak Hukuman Tegas dan Reformasi Menyeluruh
Menurutnya, ambulans desa memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan darurat bagi masyarakat.
Namun, ia juga memahami adanya keterbatasan, baik dari jumlah unit maupun waktu operasional di masing-masing desa.
“Saya juga paham ambulans desa terbatas jumlah unit dan waktu pelayanannya. Maka saat ada permintaan yang bersamaan, perlu dilihat skala prioritasnya baik dari kondisi penyakit maupun kondisi ekonomi pasien,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti kasus di Solokanjeruk.
“Spirit tolong-menolong juga harus selalu kita pupuk bersama. Bila ada warga yang memerlukan angkutan ke rumah sakit, hendaknya tetangga terdekat yang punya kendaraan peduli untuk meminjamkan, bila ambulans desa sedang melayani warga lainnya,” kata Hailuki.
Ia menambahkan, kejadian seperti ini menjadi pengingat agar semua pihak pemerintah, perangkat desa, hingga warga lebih peka terhadap kebutuhan di lingkungan sekitar.
“Ini menjadi pembelajaran bersama. Jangan sampai ada warga yang kesulitan hanya karena persoalan koordinasi atau ketersediaan kendaraan,” tutupnya.
