Penerimaan Bea dan Cukai Tembus Rp221,3 Triliun hingga September 2025, Ditopang Ekspor 

Penerimaan Bea dan Cukai Tembus Rp221,3 Triliun hingga September 2025, Ditopang Ekspor 
Ilustrasi: Penerimaan Bea dan Cukai Tembus Rp221,3 Triliun hingga September 2025. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir September 2025, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan mencapai Rp221,3 triliun atau sekitar 73,4 persen dari target dalam APBN 2025.

Capaian ini mencerminkan pertumbuhan 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“SampaI dengan akhir September 2025, penerimaan kepabeanan dan cukai kita Rp221,3 triliun. Ini tumbuh 7,1 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dikutip dari ANTARA, Rabu (15/10).

Baca Juga:Dorong Ekonomi Lewat Sektor Perumahan, Menkeu: Pertumbuhan Bisa Tembus 5,7 PersenMenuju Transisi Energi Bersih, Indonesia akan Pangkas Porsi Batu Bara untuk Listrik Jadi 30 Persen

Penerimaan dari cukai tercatat sebesar Rp163,3 triliun atau 66,9 persen dari target APBN. Menariknya, pertumbuhan ini tetap terjadi meskipun produksi Cukai Hasil Tembakau (CHT) mengalami penurunan sebesar 2,9 persen secara tahunan.

Kemudian, penerimaan bea keluar tercatat Rp21,4 triliun atau 477,8 persen dari target APBN, melonjak 74,8 persen secara tahunan.

Kenaikan terebut terutama didorang oleh kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO), volume ekspor sawit, serta kebijakan ekspor konsentrat tembaga.

Sementara itu, bea masuk mencapai Rp36,6 triliun atau 69,2 persen dari target APBN.

Angka tersebut mengalami ontraksi 4,6 persen dibandingkan tahun lalu akibat penurunan tarif bea masuk pada sejumlah komoditas pangan dan pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang menurunkan tarif impor.

“Ini adalah karena penurunan tarif bea masuk, ada juga efek dari bea masuk komoditas pangan dan juga banyak sekali perdagangan yang mengutilasi free trade agreement (FTA) dengan tarif bea masuk yang lebih rendah,” ujar Suhail.

Ia juga mengatakan, meskipun ada tekanan dari sisi bea masuk, kinerja kepabeanan dan cukai secara keseluruhan tetap positif berkat dorongan peningkatan aktivitas impor barang modal, investasi, dan pengelolaan penerimaan cukai yang optimal.

Baca Juga:Menuju Indonesia Mandiri, Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekosistem Ekonomi Nasional Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Perbanyak Sekolah Unggulan

“Secara umum penerimaan kepabeanan dan cukai mampu tumbuh, didorong peningkatan aktivitas impor barang modal dan investasi, serta upaya menjaga penerimaan cukai hasil tembakau,” ujarnya.

0 Komentar