“Selain dengan pemerintah Pemprov Jabar, salah satu pendekatan yang diutamakan juga, ya dialog persuasif dengan para pedagang agar proses relokasi berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial,” tandasnya.
Diketahui, kawasan Lembang kerap diterjang banjir setiap kali hujan deras. Selain disebabkan alih fungsi lahan, buruknya tata ruang dan sistem drainase yang tidak optimal juga memperparah situasi.
Sementara itu, pembangunan yang masif membuat daya serap tanah menurun, hingga air meluap ke pemukiman warga.
Baca Juga:Banjir Sampah kian Mencekik, Kota Bandung Hadapi Krisis IklimBiang Kerok Banjir Lembang Ternyata Gegara Tiang Reklame di Atas Drainase!
Akibatnya, banjir kini menjadi langganan tahunan bahkan bulanan, dan arus lalu lintas di kawasan wisata favorit itu selalu macet panjang setiap akhir pekan. (Wit)
