Kasus Dugaan Penyekapan di Panti Jompo Bantarjati, Sepuluh Pekerja Kini di Rumah Aman 

Kasus Dugaan Penyekapan di Panti Jompo Bantarjati, Sepuluh Pekerja Kini di Rumah Aman 
Fransisco Tango Kunda, Pendamping korban dugaan penyekapan pegawai di panti kawasan Bantarjati, Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus dugaan penyekapan di salah satu panti jompo di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terus bergulir. Sebanyak sepuluh pekerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) kini telah dijemput dan ditempatkan di rumah aman wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, untuk mendapatkan pendampingan dan pemulihan psikologis.

Pendamping para pekerja, Fransisco Tango Kunda, menjelaskan bahwa langkah penjemputan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari salah satu pegawai terkait dugaan perlakuan tidak menyenangkan terhadap beberapa pekerja di panti tersebut.

Dari hasil kesaksian, terdapat tindakan berupa hukuman fisik yang diterima dua orang pekerja berinisial R dan M, yakni melakukan 300 kali squat jump dan setelahnya M dikunci di dalam ruangan sebagai bentuk hukuman tambahan.

Baca Juga:Dugaan Penyekapan Pekerja Panti Jompo, Polsek Bogor Utara Periksa PengelolaDari Moral ke Birokrasi: Tantangan Mewujudkan Gotong Royong dalam “Sapoe Sarebu”

“Kami langsung ke lokasi saat mendapat laporan dari adik-adik kami yang bekerja di situ. Memang ada dugaan perlakuan yang tidak sesuai terhadap dua pekerja, yaitu hukuman fisik hingga penyekapan, dan kini semuanya sedang kami dampingi,” ujar Fransisco saat dihubungi Jabar Ekspres, Minggu (12/10/2025).

Adapun penjemputan dilakukan pada Kamis (9/10) malam bersama pihak kepolisian setelah Fransisco menerima laporan dari korban. Setelah berhasil mengamankan beberapa pegawai, korban berinisial M pun langsung membuat laporan ke Polsek Bogor Utara pada Jumat (10/10) dini hari.

Setelah dilakukan penjemputan, M langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan visum di RS Azra Kota Bogor sebelum dipindahkan ke rumah aman.

Sementara itu, pihak kepolisian juga mulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi terkait untuk memperkuat laporan yang telah dibuat. Fransisco menuturkan, pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap saksi kedua juga telah dilakukan pada Sabtu (11/10) malam.

Menurutnya, seluruh pekerja kini dalam kondisi stabil dan mendapat observasi lanjutan dari tenaga medis. Pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Yang terpenting sekarang mereka sudah aman. Untuk yang mengalami tindakan kurang baik memang tidak semuanya, tetapi semua yang kami jemput itu mengaku memang sudah tidak nyaman bekerja di situ. Kami akan bantu fasilitasi apakah nanti setelah proses hukum ini berjalan mereka ingin pulang ke NTT atau mencari kerjaan lain di sini,” katanya.

0 Komentar