Proyek Gedung Pencak Silat Jabar Jadi Temuan BPK Dua Tahun Berturut-turut

Kadis Perkim Jawa Barat Indra Maha (dua dari kanan)saat meninjau proyek Pusat Pencak Silat. (Dok Perkim)
Kadis Perkim Jawa Barat Indra Maha (dua dari kanan)saat meninjau proyek Pusat Pencak Silat. (Dok Perkim)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pembangunan Gedung Pusat Pencak Silat Jawa Barat jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2024. Ternyata, hal itu juga terjadi di tahun sebelumnya.

Kasusnya mirip. Yakni adanya kekurangan volume pekerjaan. Hal itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap APBD 2023 Pemprov Jabar.

Dalam laporannya, BPK menemukan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 436, 5 juta. Rincian di antaranya adalah, pekerjaan plaza utama senilai Rp 78,7 juta. Bangunan Gelanggang senilai Rp 135,2 juta. Pekerjaan pembangunan mushola Rp 79,3 juta dan pekerjaan mekanikal elektrikal Rp 169,6 juta.

Baca Juga:Pemprov Jateng Buka Hotline Aduan Keracunan Menu MBGSerunya OREO Enggak Pernah Berhenti: Hadirkan #TwistLickDance Pertama Bareng BABYMONSTER!

Proyek itu digarap PT. Loeh Raya Perkasa yang kerja samakan dengan CV. AGK. Kontrak proyek di Kabupaten Sumedang itu senilai Rp 26,2 miliar. Proyek digarap selama 180 hari kalender terhitung mulai 31 Maret 2023.

Sementara pengawas proyek itu adalah PT. Primega Saniyya Lestari bekerja sama dengan PT SMK. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,1 miliar.

Lalu secara resmi gedung itu juga telah diresmikan pada awal September 2023 lalu. Dan diharapkan menjadi sarana pengembangan pencak silat di Jabar.

Di 2024, proyek pembangunan kawasan itu dilanjutkan. Dan setelah tuntas, kembali menjadi temuan BPK. Ada kekurangan volume senilai Rp 525 juta.(son)

0 Komentar