Swasembada Energi dan Terobosan Etanol, Langkah Menuju Kemandirian Nasional

Swasembada Energi dan Terobosan Etanol, Langkah Menuju Kemandirian Nasional
Swasembada Energi dan Terobosan Etanol, Langkah Menuju Kemandirian Nasional
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Kebijakan yang tengah digulirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melalui penggunaan etanol dalam campuran BBM dinilai sebagai salah satu terobosan penting ke arah itu.

Dosen Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba), Prof Ima Amaliah, mengatakan bahwa program swasembada energi sudah seharusnya dijalankan sejak lama, bahkan sejak masa kejayaan minyak Indonesia di era 1980-an.

Baca Juga:Pahami Arti Warna Rambu Lalu Lintas, Kunci Awal Keselamatan BerkendaraTabel KUR BRI 2025 Pinjaman 50 Juta, Cicilan Mulai Rp900 Ribuan per Bulan, Bunga Rendah & Tanpa Biaya Tambahan

Ia mengatakan, saat itu hasil dari sektor migas seharusnya dimanfaatkan untuk membangun fondasi energi nasional yang mandiri.

“Saya mengapresiasi langkah pemerintah saat ini. Program swasembada energi adalah langkah yang tepat dan sudah seharusnya menjadi agenda nasional lintas pemerintahan,” ujar Ima dalam diskusi bertajuk “Setahun Pemerintahan Baru, Bagaimana Kemandirian Energi Nasional?” yang diselenggarakan oleh Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Jumat (10/10/2025).

Menurut Ima, momentum menuju kemandirian energi saat ini sangat tepat karena dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim.

Indonesia pun sudah terikat pada komitmen Paris Agreement atau perjanjian Paris untuk mencapai net zero emission paling lambat tahun 2050.

Karena itu, transformasi menuju energi bersih seperti bioetanol merupakan bagian dari kewajiban global.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yus Widjajanto, menilai kebijakan pencampuran etanol dalam BBM yang tengah diinisiasi pemerintah menjadi langkah nyata dalam mengurangi impor energi.

Menurutnya, secara teknis bahan bakar dengan kandungan etanol terbukti aman digunakan pada kendaraan bermotor modern dan bisa membantu menekan emisi karbon.

Baca Juga:Hore TPG Guru Triwulan 3 Sudah Cair Oktober 2025, Ini Daftar Daerah yang Sudah MenerimaApple iPhone 17 Pro Max Resmi Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Link PO dan Daftar Harganya

“Etanol dari tebu, jagung, atau singkong itu tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga memperkuat rantai pasok energi domestik. Selama kadar etanolnya diatur dengan benar, kendaraan tidak akan mengalami masalah teknis berarti,” kata Tri.

Tri menambahkan, pemanfaatan etanol bisa membantu menekan ketergantungan impor BBM yang selama ini mencapai lebih dari 45 persen kebutuhan nasional.

0 Komentar