Dugaan Perbuatan Asusila Oknum Pejabat KBB Menyeruak Tokoh Agama dan Masyarakat Suarakan Aksi Moral

Dugaan perbuatan asusila oleh oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang dilakukan setingkat pejabat esellon II
Dugaan perbuatan asusila oleh oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang dilakukan setingkat pejabat esellon II membuat kalangan tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat beruara melalui gerakan moral keagamaan.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dugaan perbuatan asusila oleh oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang dilakukan setingkat pejabat esellon II membuat kalangan tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat beruara melalui gerakan moral keagamaan.

Koordinator Lapangan Komunitas BALAD KBB Hasanul Fikri mengatakan, dugaan tundakan yang tidak bermoral tersebut menjadi sorotan dikalangan aktivis dan tokoh keagamaan agar di lingkungan Kabupaten Bandung harus betul-betul menjungjung tinggi moral dan etika agama.

Untuk menyuarakan aksinya itu, Barisan Literasi dan Advokasi Daerah (BALAD KBB) telah menggelar Istighosah Qubro dan Doa Bersama.

Baca Juga:SMAN 28 Bandung Masih Berupa Lahan Kosong, Proses Belajar Numpang Sementara!Incar HP Baterai Monster? Manfaatkan Promo HP iQOO Z11 untuk Harga Termurah

‘’Kegiatan tersebut sebagai bentuk dari rasa keprihatinan terhadap pergeeran moralk dan integritas di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bandung Barat,’’ ujar Hasanul Fikri dalam keterangannya, Senin, (16/06/2026)

Akan tetapi. Sangat disayangkan kegiatan tidak dihadiri osatu pun perwakilan aparatur sipil negara (ASN) maupun pejabat Pemkab KBB.

Kegiatan Aksi Moral untuk Pembenahan ASN

Hasanu mengatakan, kegiatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jumat lalu (05/06) di pimpinan ulama kharismatik, Kiai Adev pada pukul 10.00 WIB.

Dengan dibacakan lantunan zikir dan doa, harapannya akan memberikan kesadaran bagi masyarakat. Khususnya penanganan kasus dugaan pelanggaran moral dan asusila berat yang melibatkan oknum pejabat di wilayah Bandung Barat.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh perwakilan Tokoh Pendiri KBB, organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, hingga kelompok pelajar lintas generasi.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas sikap apatis dan krisis nyali yang dipertontonkan oleh jajaran birokrasi KBB hari ini.

“Ini adalah gedung rakyat, dibangun dengan uang rakyat. Kami datang ke sini tidak membawa senjata, kami hanya membawa dzikir dan doa yang dipimpin langsung oleh Kiai Adev,’’ ucapnya.

Baca Juga:KKJB Gelar Sarasehan Kedaulatan Pangan dan Pertanyakan Keabsahan Rencana Musda HKTI Jawa BaratinDrive Berikan Solusi Jitu kepada Pelaku UMKM untuk Urusan Logistik

Acara ini juga didasari oleh rasa cinta kepada Bandung Barat. Sangat memalukan melihat para pejabat di dalam gedung sana justru kompak bersembunyi.

Apakah birokrasi KBB saat ini sudah begitu alergi dengan doa dan kebenaran?” ujar Hasanul Fikri dengan nada geram.

0 Komentar