JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas ribuan peserta pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di kawasan Pemkab Bandung, Soreang, Senin (15/6/2026) malam.
Pawai obor yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam itu diikuti hampir 3.000 peserta dari tiga kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung setelah doa bersama akhir tahun dan awal tahun Hijriah yang diikuti jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat.
Baca Juga:Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL IndonesiaAtlet Kabupaten Tasikmalaya Berisiap Sambut Porprov Jabar 2026, Sepak Bola Kembali Setelah 30 Tahun
Bupati Bandung yang akrab disapa KDS mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam sengaja dikemas melalui berbagai kegiatan keagamaan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.
“Setiap memasuki 1 Muharam kami selalu mengadakan berbagai kegiatan. Tahun ini temanya meningkatkan ukhuwah dan ibadah. Setelah doa bersama dan salat berjamaah, kami melaksanakan pawai obor yang diikuti ribuan peserta,” ujar KDS.
Menurutnya, pawai obor bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Momentum pergantian tahun dalam kalender Islam juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan memperkuat keimanan.
KDS menyebut, rangkaian kegiatan dimulai dengan doa akhir tahun sebelum waktu Magrib, kemudian dilanjutkan salat Magrib berjamaah dan doa awal tahun setelah memasuki 1 Muharam 1448 Hijriah.
“Perpindahan tahun dalam Islam itu saat Magrib. Karena itu sebelum dan sesudah Magrib kita melaksanakan doa bersama agar memasuki tahun baru dengan penuh harapan dan keberkahan,” katanya.
Selain pawai obor, peringatan Tahun Baru Islam di Kabupaten Bandung juga diisi dengan tausiah keagamaan dari sejumlah mubalig.
Baca Juga:HPPMI Desak Kemenkeu Segera Lelang Lahan Eks HGB PT BSS untuk Ribuan Penggarap di BogorPemkab Tasikmalaya Gaungkan Wajib Belajar 13 Tahun, Pendidikan Anak Harus Dimulai dari TK
Menurut KDS, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.
Ia berharap semangat yang dibawa dalam pawai obor dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir menjadi amal ibadah dan kita semua diberikan perlindungan serta keberkahan di tahun yang baru,” pungkasnya.
