JABAR EKSPRES – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di lingkungan sekolah dasar.
Salah satunya melalui kegiatan pendampingan UKS yang digelar di SD IT Islamiyah Kaaffah, Kecamatan Ciawi, dengan melibatkan perwakilan sejumlah sekolah dasar di wilayah tersebut, Senin (15/6/2026).
Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan SDN Ciawi, SDN 2 Pakemitan, SDN 5 Ciawi, SDN Sukamantri, SDN Gunungbanjar, SDN Kertamukti, serta SD IT Islamiyah Kaaffah sebagai tuan rumah kegiatan.
Hadir pula dalam kegiatan perwakilan dari Puskesmas setempat.
Baca Juga:Warung Sembako Jadi Kedok Peredaran Miras, Polisi Sita 110 Botol Alkohol di Dramaga BogorDiduga Sakit, Pria di Cileungsi Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di dalam Kamar
Kepala Seksi Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Dian Sugianto, saat dikonfirmasi Selasa (16/6/2026) mengatakan bahwa UKS bukan sekadar program kesehatan di sekolah, melainkan sarana untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
“Melalui pendampingan ini kami ingin memastikan bahwa program UKS benar-benar berjalan di sekolah. UKS bertujuan menciptakan peserta didik yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta mampu belajar dengan lebih optimal,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai berbagai pesan kunci hidup sehat bagi anak sekolah dasar. Mulai dari pentingnya mencuci tangan memakai sabun, mengonsumsi makanan bergizi, aktif bergerak dan berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga pentingnya istirahat yang cukup.
Selain itu, siswa juga didorong untuk berani menyampaikan keluhan kesehatan maupun kondisi psikologis kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Menurut Dian, keberhasilan UKS tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga siswa sebagai kader kesehatan sekolah.
“UKS harus menjadi gerakan bersama. Ketika budaya hidup sehat sudah tertanam sejak dini, maka dampaknya bukan hanya pada kesehatan anak, tetapi juga terhadap prestasi belajar, karakter, dan masa depan mereka,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah akan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Baca Juga:Polisi Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis di Cileungsi Bogor, 2 Bandar Muda DitangkapJembatan Situ Nanggerang Senilai Rp56 M Segera Dibangun, Pemkab Bogor: Target Rampung Akhir Tahun
Siswa yang sehat cenderung lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran dan memiliki semangat belajar yang lebih tinggi.
