JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama DPRD Kota Bandung, berkolaborasi untuk menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung.
Upaya tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana edisi ke-13 di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Rancasari, beberapa waktu lalu.
Farhan mengatakan, kegiatan Siskamling Siaga Bencana merupakan bentuk pengecekan langsung terhadap kesiapsiagaan wilayah menghadapi potensi bencana, termasuk banjir. Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau lokasi rawan genangan dan mengevaluasi sistem informasi kebencanaan di tingkat RW dan RT.
Baca Juga:Sorot Kesiapsiagaan Warga Hadapi Banjir, Sodetan Sungai Masih TerkendalaBanjir dan Longsor Lembang Kian Parah, WALHI Desak Pemerintah Evaluasi Perizinan Pembangunan
“Kami mengecek catatan informasi di setiap RW dan RT sekaligus meninjau kondisi yang berisiko terjadi bencana. Kalau ada yang bisa langsung dieksekusi, kita lakukan segera. Kalau harus ditunda, akan disiapkan perencanaan lebih matang,” kata Farhan saat meninjau lokasi.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah rencana pembuatan sodetan dari anak Sungai Ciorok menuju Sungai Cidurian sepanjang 200 meter. Namun, pelaksanaan proyek tersebut masih terkendala status lahan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.
“Ini jadi tantangan karena wilayahnya lintas kewenangan. Tapi kita akan terus berkoordinasi agar penanganannya tidak terhambat,” kata Farhan.
Selain meninjau kondisi sungai, kegiatan juga diisi dengan dialog bersama warga dan perangkat kelurahan. Dalam kesempatan itu, Farhan mengapresiasi partisipasi warga Mekar Jaya yang aktif mengelola sampah secara mandiri.
“Wilayah ini termasuk rawan banjir, tapi saya lihat masyarakatnya punya semangat luar biasa. Tidak hanya tangguh bencana, tapi juga mandiri dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Melalui program ini, Pemkot Bandung menargetkan seluruh 1.597 RW di kota tersebut memiliki kesiapsiagaan yang sama menghadapi bencana. “Kita targetkan dalam masa jabatan lima tahun ini seluruh RW sudah kita kunjungi dan evaluasi. Prinsipnya, mitigasi bencana harus jadi budaya bersama,” tutur Farhan.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Adi Widyanto, menyebut persoalan banjir di perbatasan wilayah memang kompleks karena melibatkan banyak pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah kabupaten.
