JABAR EKSPRES – Thailand kembali menyita perhatian dunia maya setelah beredarnya foto dan video batu raksasa yang bentuknya menyerupai ular raksasa tengah tidur.
Fenomena alam ini dijuluki “Naga Tidur” oleh masyarakat setempat karena kemiripannya yang luar biasa dengan makhluk mitologi penjaga sungai, Phaya Naga.
Penampakan batu tersebut pertama kali viral di media sosial usai diunggah oleh warga lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Phetchabun dan Bueng Kan.
Baca Juga:Segini Harga Samsung Galaxy S25 FE Varian 512FGB di IndonesiaApa Saja Tunjangan PPPK Paruh Waktu 2025 yang Diterima? Berikut Informasinya
Dari bentuk kepala, lekukan tubuh, hingga tekstur permukaannya, batu ini tampak sangat mirip dengan sisik ular sungguhan, membuat banyak orang terpesona sekaligus merinding.
Lokasi dan Daya Tarik Batu Ular Raksasa di Thailand
Batu fenomenal ini ditemukan di dua lokasi berbeda. Yang pertama terletak di tepi Sungai Khek, Kecamatan Khek Noi, Kabupaten Khao Kho, Provinsi Phetchabun.
Batu besar tersebut diberi julukan “Sleeping Naga” atau “Naga Tidur” karena bentuknya seolah seekor ular raksasa tengah terlelap di tepian sungai.
Lokasi kedua berada di Gua Naka, Taman Nasional Phu Langka, Distrik Bueng Khong Long, Provinsi Bueng Kan.
Uniknya, kata “Naka” dalam bahasa Thailand berarti “ular”, semakin memperkuat keterkaitan antara bentuk batu dan simbolisme naga dalam kepercayaan lokal.
Kini, kedua tempat tersebut menjadi destinasi wisata viral. Ribuan wisatawan datang untuk melihat langsung keajaiban alam yang dianggap memiliki kekuatan spiritual dan aura mistis tersebut.
Melansir dari Chiangrai Times dan ThaiNews, para ahli geologi menyebut batu mirip ular ini terbentuk secara alami dari proses erosi dan pelapukan batuan kapur selama ribuan tahun.
Baca Juga:Lowongan Magang Nasional PTPN III 2025 Resmi Dibuka! Fresh Graduate Bisa Dapat Sertifikat hingga Uang SakuKode Redeem Free Fire Oktober 2025 Terbaru! Klaim dan Dapatkan Skin Langka
Fenomena ini disebut “Sun Crack”, yaitu retakan yang muncul akibat perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam.
Perubahan suhu yang terus-menerus membuat batuan mengembang dan berkontraksi, hingga membentuk pola menyerupai sisik ular.
Kombinasi antara angin, air, dan waktu yang panjang akhirnya menciptakan formasi batu menyerupai tubuh dan kepala ular yang tampak sangat realistis.
Menurut para ahli, usia batu ini bisa mencapai lebih dari 100.000 tahun, menjadikannya salah satu fenomena geologis paling unik di Asia Tenggara.
