Keracunan hingga Pengurangan Menu MBG Terjadi Dimana-Mana Meski Anggaran Ratusan Triliun?

Keracunan hingga Pengurangan Menu MBG Terjadi Dimana-Mana Meski Anggaran Ratusan Triliun?
Ilustrasi kasus keracunan dan pengurangan menu MBG terjadi dimana-mana menjadi bukti kacaunya program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Luthfi mengatakan, pengkajian dalam pemberian MBG tersebut dinilai sangat penting. Pasalnya jika dilakukan dengan baik, dapat terhindar dari potensi terjadinya kasus keracunan.

“Karena contohnya kalau distribusi terlalu lama, itu dapat memudahkan kuman tumbuh. Dan pola penyiapan makanan juga, apakah dalam bentuk hangat atau bentuk beku. Itu harus diperhatikan. Jadi menurut kami perlu adanya quality control (secara ketat) dari penyedia atau vendor yang memberikan makanan tersebut,” ujarnya.

Kehigenisan juga, kata Luthfi, menjadi hal terpenting dalam pemberian MBG tersebut. “Seperti tempat makanannya, itu juga harus diperhatikan. Jadi (untuk mengantisipasi potensi keracunan) banyak faktor yang harus dilakukan review (evaluasi). Sehingga keracunan ini tidak terjadi lagi,” tandasnya. (cep/wit/san/yan)

INFO GRAFIS

JUMLAH KORBAN KERACUNAN MBG:

Baca Juga:Penuhi SLHS, Dinkes Ciamis Gelar Pelatihan bagi Dapur MBGBuntut KLB Keracunan di Garut, Legislator Dorong Evaluasi Program MBG

– Tercatat 8.649 anak menjadi korban keracunan MBG.- Lonjakan korban keracunan 3.289 anak dalam dua pekan terakhir.- Sejak 22-27 September 2025 korban mencapai 2.197 anak.

DATA ANGGARAN MBG:

– Jawa Barat dapat alokasi Rp50 Triliun.- Terdapat 4.500 SPPG.- Anggaran lebih besar dari APBD Jabar.- SPPG terima anggaran Rp8 sampai Rp10 miliar.- Butuh sekitar minimal 15 supplier. – Target 20 juta siswa per Agustus.

MASALAH MBG DI LAPANGAN:

– Banyak terjadi keracunan massal.- Pengawasan kurang ketat.- Banyak ditemukan pengurangan porsi menu.- Alokasi per porsi Rp10.000. – Alokasi operasional SPPG Rp5.000.- Produksi maksimal 4.000 porsi.

OPERASIONAL SPPG:

– Terdiri dari 45-50 pegawai.- Masak makanan terdiri dua shift.- Distribusi pukul 08.00 WIB-10.00 WIB.- Kebersihan fisik pekerja diperiksa.- Pekerja memakai alat pelindung.

SUMBER: DIOLAH

0 Komentar