Keracunan hingga Pengurangan Menu MBG Terjadi Dimana-Mana Meski Anggaran Ratusan Triliun?

Keracunan hingga Pengurangan Menu MBG Terjadi Dimana-Mana Meski Anggaran Ratusan Triliun?
Ilustrasi kasus keracunan dan pengurangan menu MBG terjadi dimana-mana menjadi bukti kacaunya program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Kemudian mendesak agar melakukan reformasi di tubuh BGN dengan memastikan kepemimpinan diisi oleh tenaga profesional dan ahli di bidangnya, serta mengembalikan BGN pada khittah-nya sebagai lembaga teknis. Untuk di Jabar, kasus keracunan MBG mulai viral terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pada Kamis (25/9/2025) lalu, tercatat 1.333 siswa dari berbagai jenjang pendidikan menjadi korban keracunan MBG, sejak kasus pertama terungkap pada Senin (22/9/2025).

Peristiwa ini terbagi ke dalam beberapa kluster. Kasus awal keracunan MBG ini terjadi pada 22 September, menimpa belasan siswa SMK Pembangunan. Seiring waktu, korban mulai berjatuhan dari berbagai sekolah di Cipongkor, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Hingga Selasa (23/9/2025), jumlah korban keracunan MBG yang bersumber dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipari Makmur Jaya mencapai 411 siswa. Para korban ditangani di Posko Kecamatan Cipongkor maupun dirujuk ke RSUD Cililin.

Tak hanya di KBB, kasus keracunan juga terjadi di Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar. Suasana riang gedung sekolah seketika berubah menjadi panggung kepanikan dan tangis. Puluhan siswa terkapar di lantai, memegangi perut mereka yang mulas. Ada yang muntah-muntah, ada yang lemas tak berdaya, sementara yang lain menjerit kesakitan.

Baca Juga:Penuhi SLHS, Dinkes Ciamis Gelar Pelatihan bagi Dapur MBGBuntut KLB Keracunan di Garut, Legislator Dorong Evaluasi Program MBG

Sirene ambulans meraung-raung memecah kesunyian, membawa para siswa yang tubuhnya keracunan menuju rumah sakit. Yang pertama terjadi di SMPN 4 Pamarican, Ciamis, pada Senin (29/9/2025), dan yang kedua di SMPN 3 Banjar, pada Rabu (1/10/2025). Ironisnya, di saat Kota Banjar sempat menyatakan diri bebas dari kasus keracunan MBG, fakta justru menunjukkan bahwa fondasi keamanan pangannya sangat rapuh.

Di Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Ciamis, siang itu berubah mencekam. Usai menyantap menu MBG yang terdiri dari ayam goreng dan sayur, puluhan siswa SMPN 4 Pamarican mulai mengeluh. Badan lemas, mual, dan kram perut hebat menghampiri.

“Menu makanan hari ini daging ayam goreng dan sayuran. Daging ayamnya memang agak bau. Makan jam 9.30 WIB, jam 11.30 WIB mulai terasa mual dan perut kram,” ujar Baskoro, siswa kelas 7, menggambarkan kecurigaan awalnya.

Seorang siswi lain, Aulia, bahkan lebih detail. Ia menyoroti buah jeruk dalam paketnya yang terlihat tidak segar dan cenderung busuk.

0 Komentar