Respons Keluhan Warga, Pemkot Bandung Bakal Anggarkan Perbaikan Rusun di 2026

Respons Keluhan Warga, Pemkot Bandung Bakal Anggarkan Perbaikan Rusun di 2026
Twin Blok 5, di kompleks rusunawa Cingised jadi salah satu prioritas perbaikan yang bakal dilakukan oleh Pemkot Bandung di tahun 2025. (Sadam Husen / Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung berkomitmen meningkatkan kualitas hunian di rumah susun sewa (rusunawa) yang dikelola pemkot. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat meninjau langsung kondisi salah satu rusun yang dikeluhkan warga di wilayah Cingised, Kota Kembang.

Erwin menyebut Pemkot akan mengalokasikan anggaran khusus pada tahun 2026 untuk perbaikan menyeluruh fasilitas rusun yang mengalami kerusakan. Keluhan warga, kata Erwin, sudah disampaikan langsung kepada dirinya.

Beberapa persoalan yang paling banyak dilaporkan mencakup kondisi saluran pembuangan yang tidak berfungsi dengan baik, mulai dari saluran air kencing yang bocor hingga saluran tinja yang mampet. Tak hanya itu, sejumlah titik di bangunan rusun juga mengalami kebocoran yang cukup parah.

Baca Juga:Sekda Jateng Minta Faktultas Kedokteran Jadi Penggerak Percepatan Pemenuhan DokterGubernur Ahmad Luthfi Ungkap Peran Penting Pers Bagi Pemerintahannya

“Terkait keluhan warga yang ada saat ini, kemarin mereka mengadu langsung kepada saya. Mereka sampaikan berbagai masalah fasilitas, mulai dari air, saluran pembuangan, mohon maaf, saluran kencing yang bocor, terus juga saluran tinja yang mampet, dan beberapa bagian bangunan yang bocor-bocor,” ujar Erwin, Minggu (5/10/2025).

Salah satu contoh rusun yang tengah menjadi sorotan adalah Rusunawa Cingised, yang disebut mengalami banyak kerusakan serupa. Hal ini mendorong Pemkot untuk bertindak cepat, terutama pada masalah-masalah yang mendesak dan berdampak langsung pada kenyamanan dan kesehatan warga.

“Untuk perbaikan yang sifatnya urgent, Insya Allah akan segera ditangani mulai besok oleh UPT yang ada di wilayah ini. Mulai dari perbaikan saluran yang bocor, saluran tinja yang menghambat, hingga kerusakan-kerusakan lain yang mendesak. Kita tangani dulu yang paling prioritas,” kata Erwin.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbaikan menyeluruh dalam skala besar akan dialokasikan melalui APBD tahun 2026. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi besar fasilitas rusun yang saat ini kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

“Yang masih kurang atau rusak tapi tidak bisa ditangani sekarang, kita akan anggarkan di 2026 untuk dilakukan perbaikan menyeluruh. Ini bagian dari upaya kita menciptakan hunian yang lebih layak dan manusiawi bagi warga kota Bandung,” tegasnya.

Tak hanya soal infrastruktur, Erwin juga menanggapi aspirasi warga soal skema pembayaran sewa. Warga, kata dia, sempat mengajukan permohonan agar ada keringanan atau penyesuaian pola pembayaran, mengingat kondisi fasilitas yang kurang layak.

0 Komentar